Ikut Program Crossover Into Business, Pondasi Hadapi Masa Pensiun dari Marc Klok Lewat Dunia Pendidikan Semakin Kuat

PORTALUTAMA.NET, BANDUNG — Nama pemain Timnas Indonesia sekaligus tim Persib Bandung, Marc Klok benar-benar layak menjadi panutan para pemain lain.
Selain karena kesuksesannya dalam karier di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Marc Klok layak dijadikan panutan dari segi persiapan menghadapi masa tua.
Dari persiapan ini, Klok sepertinya sadar betul bahwa sepak bola tidak selamanya akan menjadi sumber pendapatannya. Apalagi, jika usianya sudah menua.
Karena alasan inilah ada langkah besar yang sudah jauh-jauh hari diambil oleh pemain naturalisasi itu untuk menghadapi masa pensiunnya kelak.
Bukan investasi atau bisnis di mana-mana, Marc Klok memilih untuk menginvest ke arah pendidikan sebagai bekal masa pensiunnya kelak.
Dilansir dari unggahan akun media sosial X @ojikneysyah1, Marc Klok baru saja dikabarkan diterima dalam Program Crossover into Business, Harvard Business School.
“Marc Klok diterima di Program Crossover into Business, Harvard Business School,” tulis unggahan akun tersebut.
Selama mengikuti program ini nantinya, Marc Klok sebagai salah satu atlet yang ikut akan didampingi langsung oleh MBA dari Harvard selama satu semester.
Tujuan dari pendampingan ini sebagai bekal ilmu untuk program bagi para atlet ini mempersiapkan masa pensiunnya kelak.
“Jadi dalam program ini, para atlet akan didampingi mahasiswa MBA dari Harvard selama 1 semester untuk mempersiapkan karier pasca pensiun,” sambungnya.
Jauh sebelum ini, mantan pemain PSM Makassar dan Persija Jakarta itu lebih dulu sudah mempersiapkan masa pensiunnya dengan dunia pendidikan.
Klok sebelumnya sudah mengikuti program FIFA Players Executive Programme di Miami pada Juni 2026 yang lalu.
“Sebelumnya, Klok juga sudah menyelesaikan FIFA Players Executive Programme di Miami pada Juni 2026 yang lalu,” tuturnya.
Melihat apa yang dilakukan oleh gelandang tim Persib Bandung ini, persiapan masa pensiunnya pun sudah dikatakan sangat kuat.
Ini tentunya jadi contoh yang baik bagi pesepak bola Indonesia khususnya para pemain muda lainnya untuk mempersiapkan masa pensiunnya kelak.
“Pondasi pensiun dah kuat Klok, contoh untuk pemain muda lain, karier sepak bola itu singkat , 10-15 tahun bertahan di level tertinggi udah bagus banget kalau di Indonesia, jadi pondasi untuk karier setelah sepak bola harus disiapkan dengan matang,” terangnya. (Erfyansyah/fajar)
Source link
