Dian Sandi PSI Tegas ke Prof Rhenald Kasali: Penutupan Minimarket di Lombok Bukan karena Kopdes Merah Putih

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama, membantah pernyataan Prof Rhenald Kasali terkait penutupan sejumlah gerai minimarket di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Dian yang memiliki darah Lombok mengatakan bahwa informasi yang disampaikan Rhenald Kasali tidak tepat.
Ia menegaskan penutupan minimarket tersebut bukan disebabkan oleh keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih.
Bantah Terkait Koperasi Desa Merah Putih
Dian menjelaskan penutupan beberapa gerai minimarket seperti Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah lebih berkaitan dengan regulasi daerah yang mengatur jarak minimarket dengan pasar tradisional.
“Pak Reynald salah info,” ujar Dian dikutip fajar.co.id, Minggu 24 Mei 2026.
“Penutupan beberapa minimarket di Lombok Tengah itu bukan karena faktor terbangunnya KDMP,” tambahnya.
Ia menyebut kebijakan tersebut berasal dari Peraturan Daerah (Perda) inisiatif DPRD yang bertujuan melindungi keberlangsungan pasar tradisional di daerah tersebut.
Aturan Jarak Minimarket dan Pasar Tradisional
Menurut Dian, aturan itu mendorong adanya pembatasan jarak antara minimarket modern dan pasar tradisional agar tidak saling mematikan.
“Tapi karena ada Perda inisiatif DPRD yang mendorong adanya jarak antara minimarket dengan pasar-pasar tradisional,” jelasnya.
Kebijakan tersebut, kata dia, sudah lama menjadi perhatian sejumlah daerah, terutama untuk menjaga keseimbangan antara pelaku usaha modern dan pedagang kecil di pasar tradisional.
Sebelumnya, Prof Rhenald Kasali bicara soal penutupan Alfamart dan Indomart Indomaret di Lombok Tengah. Dia menduga ada hubungannya dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
“Gini ya, kita tuh boleh berpihak kepada koperasi, kepada UMKM, ekonomi kerakyatan, that’s great. Penting sekali. Tapi kita tidak boleh memusuhi persaingan. Persaingan itu musuhnya manajemen yang bagus,” kata Rhenald dikutip dari unggahannya di Instagram, Sabtu (23/5/2026).
Dia menigngatkan, Alfamart dan Indomaret jumlahnya besar. Di seluruh Indonesia mencapai 24 ribuan.
“Sudah menciptakan 400 ribu lapangan pekerjaan. Emangnya gampang menciptakan lapangan pekerjaan seperti itu. Kalau mereka ditutup dua atau tiga, seperti di Lombok Tengah itu, itu si kecil. Tapi efeknya orang kehilangan pekerjaan,” ucapnya.
Kopdes Bisa Ganti Ritel Modern?
Rhenald menanyakan, apakah Kopdes Merah Putih bisa mengganti ritel modern seperti Indomart atau Alfamart.
Kalaupun bisa dibangun, yang dibangun jumlahnya bisa berapa.Apalagi, menurutnya, usaha yang tumbuh dari atas, dinilainya biasanya tak menarik.
Source link
