News

Saat Kualitas Udara di Makassar Memburuk, Kasus ISPA Melonjak



PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Kasus Inspeksi Pernapasan Akut (ISPA) di Makassar mengalami lonjakan. Bersamaan dengan memburuknya kualitas udara.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar, kasus ISPA mulai dari 1 Oktober mencapai 70 kasus. Padahal, biasanya dalam sebulan penuh cuma 69 kasus.

Jumlah tersebut didominasi anak-anak dan orang dewasa.

“Jumlah bulan lalu itu sekitar 69 selama 1 bulan, nah selama Oktober ini sudah 70 sampai tanggal hari ini,” kata Direktur Utama RSUD Daya Makassar dr Andi Any Muliany saat ditemui, Jumat (16/0/2026).

Selain dari jumlah kasus, peningkatan kasus ISPA, kata Any, bisa dilihat dari penggunaan obat-obatan. 

“Kita juga lihat dari penggunaan obat-obatan untuk yang gangguan-gangguan pernapasan, obat batuk, obat demam, obat alergi,” terangnya.

Peningkatannya, kata dia, mencapai 80 persen. Jika dibandingkan dua bulan sebelumnya.

“Memang terjadi peningkatan bahkan sampai 80% penggunaan obat di bulan September dan Oktober,” ucap Any.

Meski kasusnya meningkat, Any bilang ISPA yang diderita belum dalam kategori berat. 

“Tetapi sampai sekarang belum ada kasus yang berat, tidak ada gejala. Kemarin ada yang sesak tapi tadi dari apa namanya? Hasil visit dokter sudah membaik,” terangnya.

Peningkatan kasus di RSUD Daya sejalan dengan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar. Mulai 1-14 Oktober 2026, jumlah kasus mencapai 7.940.

Berikut ini jumlah kasus berdasarkan kategori umur:

  • Dewasa: 3.022 kasus (tertinggi)
  • Balita: 1.771 kasus
  • Anak: 1.368 kasus
  • Remaja: 1.074 kasus
  • Lansia: 705 kasus

Jumlah kasus kumulatif:

  • 01 Okt: 594
  • 02 Okt: 1.114
  • 03 Okt: 1.686
  • 05 Okt: 2.430
  • 06 Okt: 3.184
  • 07 Okt: 3.771
  • 08 Okt: 4.381
  • 09 Okt: 4.944
  • 10 Okt: 5.525
  • 12 Okt: 6.477
  • 13 Okt: 7.216
  • 14 Okt: 7.940

Kualitas Udara Buruk Imbas Karhutla

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah IV menyebut kualitas udara yang buruk di Makassar dan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) akibat karhutla.

Itu diungkapkan Ketua Kelompok Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar Rizky Yudha. Dia mengatakan udara di Makassar memburuk sejak 30 September 2026.

Yudha mengatakan penyebabnya salah satunya karena efek karhutla kiriman dari luar pulau Sulawesi. Ada pula karhutla lokal.

“(Penyebab kabut asap) itu juga (karhutla) di luar daerah Sulsel, seperti Maluku, Papua Selatan, dan daerah Merauke. Itu juga mengakibatkan asap di Sulsel, termasuk di Makassar,” kata Rizky.

Kualitas udara di Makassar sempat berada pada rentang tidak sehat dan sangat tidak sehat. 

Rizky tak bisa memastikan kapan kualitas udara di Sulsel bisa membaik. Dia bilang itu tergantung pada sumber polutan.

“Tidak bisa dipastikan secara pasti, karena memang mengingat kita harus melihat sumber polutannya itu sendiri, apakah sudah hilang atau tidak,” terangnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *