News

Dede Budhyarto Tantang Syahganda Nainggolan dan Rocky Gerung Bantah Survei CELIOS soal 75 Persen Warga Stres



PORTALUTAMA.NET – Loyalis Joko Widodo (Jokowi), Dede Budhyarto menantang Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung untuk menanggapi hasil survei yang menyebut 75 persen responden mengaku stres menghadapi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dede meminta hasil survei yang dilakukan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan tersebut dibantah atau diluruskan menggunakan data dan fakta.

Menurut Mantan Komisaris PT Pelni ini, temuan survei yang menyoroti persoalan masyarakat layak mendapat respons substantif, bukan komentar yang tidak berkaitan langsung dengan isu yang diangkat.

“Coba hasil survei ini dibantah/diluruskan dengan data dan fakta oleh Kepala Bakom @syahganda atau anggota Wantimpres Rocky Gerung, ketimbang mengomentari hal-hal yang tidak substansial,” tulis Dede Budhyarto yang akrab disapa Kang Dede, dikutip Selasa (13/10/2026).

Bagi Dede, hasil survei semacam itu seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk menguji sejauh mana kebijakan pemerintah mampu menjawab persoalan masyarakat.

Pihak yang memiliki posisi strategis dalam komunikasi pemerintah maupun lingkungan kekuasaan dinilai perlu memberikan penjelasan yang dapat diuji melalui data dan fakta.

Survei CELIOS: 75 Persen Responden Mengaku Stres Hadapi Kebijakan Prabowo

Survei CELIOS dan Kabinet Bayangan menjadi sorotan setelah mengungkap bahwa 75 persen dari 1.122 responden mengaku stres menghadapi kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto.

Temuan tersebut menggambarkan tekanan yang dirasakan responden dalam merespons kebijakan pemerintah. Namun, hasil survei itu perlu dipahami sesuai dengan metode penelitian, karakteristik responden, dan cakupan pengambilan sampelnya.

Survei tersebut juga menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya harga bahan pokok, sulitnya mencari pekerjaan, dan penegakan hukum.

Ketiga persoalan itu berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Harga kebutuhan pokok memengaruhi kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan dasar, sedangkan ketersediaan lapangan kerja menentukan peluang masyarakat memperoleh penghasilan.

Sementara itu, penegakan hukum berkaitan dengan kepastian hukum, keadilan, dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Harga Bahan Pokok Jadi Persoalan Mendesak

Salah satu temuan yang menjadi perhatian dalam survei CELIOS dan Kabinet Bayangan adalah persoalan harga kebutuhan pokok.

Sebanyak 78 persen responden menilai harga bahan pokok sebagai masalah mendesak yang perlu segera ditangani pemerintah.

Angka tersebut menunjukkan bahwa keterjangkauan kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu isu penting dalam penilaian responden terhadap kebijakan pemerintah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *