News

Manuver Denny Indrayana Lengserkan Gibran Kandas di MK, Heru Subagia Justru Sebut Dinasti Jokowi Makin Kuat



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan permohonan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tidak dapat diterima menjadi akhir dari drama gugatan persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat politik Heru Subagia menilai putusan lembaga pengawal konstitusi tersebut menutup rapat celah hukum yang selama ini diupayakan oleh pakar hukum tata negara Denny Indrayana dan kelompoknya untuk melengserkan Gibran.

“Dan ini menjadi sebuah peristiwa yang cukup menohok, dan saya katakan mengarahkan Denny Indrayana dan rekan-rekannya frustrasi berat,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Kamis (8/10/2026).

Heru menuturkan bahwa Denny Indrayana beserta rekan-rekannya sejak awal mengandalkan reputasi akademis serta kepakaran di bidang hukum tata negara untuk membangun narasi diskualifikasi terhadap sang Wapres.

“Saya anggap dalam konteks Denny Indrayana dan teman-temannya saat ini mengklaim berada dalam koridor hukum, penguasaan hukum, tata negara, dan lainnya,” tukasnya.

“Dengan diakhirinya tidak dikabulkan tuntutan atas syarat-syarat Gibran sebagai wakil presiden, tentunya ini menjadi akhir petualangan Denny Indrayana dan rekan-rekannya yang terafiliasinya dalam konteks menggusur Gibran sebagai wapres,” ucap dia.

Lebih lanjut, Heru menilai putusan MK secara tidak langsung memperkokoh daya tawar serta entitas politik keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo di ranah nasional.

“Tentunya Dinasti Jokowi secara entitas politik dan identitas politik-politik keluarganya,” imbuhnya.

Ia membeberkan bahwa sebelum gugatan diketok MK, Denny tergolong gencar melakoni manuver politik hingga menjalin komunikasi mendalam dengan jajaran elite partai untuk menyiapkan figur pengganti Gibran.

“Ada beberapa hal yang harus diulang kembali bahwa setidaknya Denny Indrayana cukup pede dalam melakukan lobi-lobi dan juga manuver-manuver yang di dalamnya dikemas dalam tindakan-tindakan hukum untuk melengserkan Gibran Rakabuming Raka,” Heru menuturkan.

“Hingga terjadi sebuah komunikasi-komunikasi politik yang sebelumnya pernah berbicara dengan petinggi PDIP dan juga menawarkan beberapa opsi,” tambahnya.

Tak hanya itu, Heru mengungkit aksi sensasional Denny yang sempat menggelar sayembara berhadiah miliaran rupiah terkait pembuktian ijazah SMA Gibran di ruang publik.

“Dan yang lebih menarik lagi ketika jauh-jauh hari sebelumnya, Denny Indrayana dengan sangat sensasional, dengan membabi buta melakukan apa yang dikatakan sebagai sayembara pembuktian ijazah SMA Gibran,” jelasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *