BusinessNews

Pengelola Jaringan PRIMA Gandeng 8 Mitra Ini untuk Kembangkan Sistem Pembayaran


PT Rintis Sejahtera (Rintis) pengelola Jaringan PRIMA memperluas kolaborasi melalui kerja sama dengan 8 mitra. Kedelapan mitra itu ialah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), PT Pegadaian, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk

Kemudian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Pos Indonesia (Persero), PT Bank Pembangunan Daerah Bali, dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari).

Direktur Operasional Rintis Sejahtera Cosmas Setiawan Suwono mengatakan, kolaborasi merupakan elemen penting untuk mendorong perkembangan sistem pembayaran di Indonesia.

“Jaringan PRIMA berkomitmen untuk terus berperan aktif mendukung mitra dalam mengembangkan layanan digital yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Cosmas dalam keterangan resminya pada Sabtu (26/9).

Dalam mewujudkan komitmen untuk mendukung penguatan ekosistem pembayaran nasional, kata Cosmas, Jaringan PRIMA berpartisipasi pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026. Momen keterlibatan Jaringan PRIMA pada FEKDI x IFSE 2026, dimanfaatkan untuk menandatangani kerja sama dengan 8 mitra tersebut.

Selain seremoni penandatanganan kerja sama, Jaringan PRIMA pun menghadirkan sejumlah aktivitas interaktif bagi pengunjung acara. Melalui kegiatan Digital E-Kiosk, pengunjung mendapatkan informasi seputar layanan dan ekosistem Jaringan PRIMA secara digital.

“Melalui FEKDI x IFSE 2026, kami memperkuat kolaborasi dengan berbagai pelaku industri untuk memperluas konektivitas, meningkatkan interoperabilitas, serta mendorong ekosistem pembayaran digital Indonesia yang semakin terintegrasi,” ujar Cosmas.

Melalui perpaduan antara kolaborasi bisnis, edukasi, dan pengalaman interaktif tersebut, lanjut Cosmas, pihaknya berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pembayaran Indonesia yang semakin terkoneksi, relevan, dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan transaksi masyarakat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *