Ferdinand Hutahaean Beberkan MBG dan KDMP Jadi Faktor Penurunan Elektabilitas Presiden Prabowo, Chusnul Chotimah: Setuju Banget

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah turut mengomentari hasil survei sejumlah lembaga yang menunjukkan elektabilitas dan kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan.
Dia merespons pernyataan Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean yang membeberkan faktor yang membuat situasi tersebut dialami Prabowo. Chusnul mengaku sependapat dengan analisis yang disampaikan tersebut.
Dalam pernyataannya, Ferdinand Hutahaean mengungkap beberapa faktor yang menyebabkan penurunan elektabilitas dari Presiden Prabowo Subianto.
Penurunan tajam elektabilitas Presiden Prabowo Subianto dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dinilai menjadi sinyal peringatan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Berdasarkan survei SMRC, elektabilitas Prabowo dalam simulasi semi terbuka turun dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 14,5 persen pada Juli 2026.
“Terjadi penurunan, penurunan elektabilitas dan penurunan kesukaan publik terhadap dirinya Presiden Prabowo Subianto,” kata Ferdinand.
Nah, yang disorotnya justru adalah perbedaan penurunan elektabilitas Prabowo berbanding terbalik dengan partainya yaitu Gerindra yang justru meningkat.
“Sementara untuk elektabilitas Partai yaitu Gerindra mengalami kenaikan tajam dibanding Pemilu tahun 2024 lalu. Bahkan tertinggi di semua survei bahkan di atas 20 persen,” paparnya.
“Ini tidak berbanding lurus, partainya naik dan elektabilitas Presiden Prabowo justru menurun,” sebutnya.
Ferdinand Hutahaean pun memberikan analisisnya dengan menyebut dua faktor yang membuat elektabilitas Prabowo justru menurun.
Menurutnya dua program darinya sendiri yaitu Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) KDMP yang membuatnya menurun.
“Saya punya analisis tersendiri penurunan dari elektabilitas Prabowo dan kesukaan publik terhadap dirinya itu karena dua hal. Yang pertama karena MBG dan kedua karena KDMP,” terangnya.
Program yang Buat Elektabilitas Menurun
Merespon hal ini, Chusnul Chotimah memberi responsnya dan mengaku setuju dengan dua alasan penurunan elektabilitas Presiden Prabowo ini.
Ia sependapat dan mengatakan MBG dan KDMP bisa jadi faktor penurunan elektabilitas ini.
“Betul banget, dua hal utama yg membuat elektabilitas Prabowo turun padahal Gerindra naik,” tulisnya dikutip Senin (7/9).
Menurut Chusnul Chotimah, untuk program MBG, dia menyebut bahwa program tersebut menjadi unggulan dan andalan dari presiden. Hanya saja menurutnya programnya tersebut salah urus.
Source link
