News

Gigin Praginanto Kritik Tajam Karhutla: Setelah Prabowo Meninggalkan Kalimantan, Kebakaran Hutan Makin Ganas



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto mengkritisi bencana besar yang tengah melanda Indonesia terutama gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Dia menyoroti kedua bencana tersebut setelah Presiden Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan di dua wilayah itu. Gigin menyayangkan karena kebakaran hutan di Kalimantan bukannya mereda, tapi dilaporkan bertambah luas.

Begitu juga dengan korban jiwa akibat gempa NTT yang dilaporkan turut bertambah setelah kunjungan Prabowo beberapa hari lalu.

“Setelah Prabowo meninggalkan NTT, jumlah korban tewas akibat gempa bumi bertambah. Setelah dia meninggalkan Kalimantan, kebakaran hutan makin ganas,” kata Gigin Praginanto dikutip dari unggahan di media sosialnya, Senin (31/8/2026).

Khusus pada kasus karhutla, Gigin Praginanto menyinggung sikap Presiden Prabowo yang tidak menyinggung tentang peran para pengusaha yang menjadi pemilik konsesi di wilayah kebakaran tersebut. Kondisi itu bagi dia menjadi pertanyaan besar bahkan dicurigai sebagai bentuk lepas tanggung jawab.

“Prabowo tak sekalipun menyebut peran para pemilik konsesi dalam kebakaran besar hutan di Kalimantan dan Sumatera. Bahwa sebagian besar titik api berada dalam kawasan konsesi atau mau lari dari tanggung jawab?,” katanya.

Selain itu, Gigin Praginanto menyoroti sikap pemerintah yang terkesan tidak memiliki solusi permanen dalam mengatasi atau mencegah kebakaran hutan lebih meluas. Misalnya kata dia, pemerintah seharusnya punya pemikiran untuk membeli pesawat pemadam kebakaran hutan, seperti yang dimiliki sejumlah negara di dunia.

Solusi itu tentu saja bukan tanpa alasan. Betapa tidak, kasus karhutla di Indonesia nyaris setiap tahun terjadi pada musim kemarau. Karena itu, kehadiran pesawat pemadam kebakaran dinilai sangat penting, sehingga pemerintah memiliki infrastruktur memadai dalam memadamkan api saat kebakaran terjadi.

Sayangnya, meski Presiden Prabowo sudah meninjau langsung kebakaran hutan di Kalimantan, pemerintah tidak sekalipun menyinggung kemungkinan untuk membeli pesawat pemadam kebakaran.

“Prabowo tak berencana membeli pesawat pemadam kebakaran hutan. Dia memilih pembangunan sumur bor dan motor trail. Apakah karena takut api padam terlalu cepat sehingga lahannya tidak bisa ditanami sawit?,” kata Gigin Praginanto.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto lebih banyak menaruh perhatian terkait solusi pemadaman kebakaran menggunakan tepung singkong, setelah mendapat laporan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memaparkan kegunaan tepung singkong tersebut dalam memadamkan api.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *