News

358 Aplikasi Diintegrasikan, Inovasi Pelayanan Digital Pemkot Makassar di Bawah Appi Akhirnya Mendapat Pengakuan Nasional



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi meraih penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026 tingkat nasional. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmennya mendorong pembangunan dan inovasi pelayanan publik berbasis digital di Kota Makassar.

Munafri menjadi satu-satunya kepala daerah dari Sulawesi Selatan yang menerima penghargaan dalam kategori Pemimpin Daerah Peduli Pembangunan dan Inovasi, Pelayanan Publik Berbasis Digital.

Penghargaan tersebut diterima Munafri dalam malam penganugerahan di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman.

Munafri menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja jajaran Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini adalah kinerja keras jajaran SKPD untuk pelanan publik memudahkan masyarakat,” kata Appi seusai menerima penghargaan.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak boleh hanya menjadi simbol pencapaian, tetapi harus menjadi motivasi bagi Pemkot Makassar untuk terus menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, dan responsif.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan menjadi dorongan untuk terus menghadirkan layanan terbaik yang berdampak langsung pada pelayanan publik semakin inklusif dan responsif,” tuturnya.

Dorong Integrasi Layanan Digital

Salah satu inovasi yang dikembangkan Pemkot Makassar adalah Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (Lontara Plus). Platform tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengintegrasikan pelayanan berbasis digital agar lebih mudah diakses masyarakat.

Munafri mengatakan transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru. Teknologi harus mampu menyederhanakan birokrasi sekaligus memperpendek akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

Pemkot Makassar sebelumnya menghadapi tantangan banyaknya aplikasi yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pemerintahan. Tercatat sekitar 358 aplikasi pernah digunakan dalam mendukung layanan dan aktivitas pemerintahan.

Kondisi tersebut mendorong Pemkot Makassar melakukan integrasi sehingga masyarakat tidak perlu berhadapan dengan banyak platform berbeda untuk mendapatkan layanan pemerintah.

“Inilah yang kami maksud sebagai sebuah esensi yang insyaallah mewujudkan tujuan masyarakat, untuk memaksimalkan segala layanan publik karena ini menjadi sarana mendekatkan pemerintah, khususnya yang ada di Kota Makassar, kepada masyarakat,” jelasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *