News

APH Diminta Usut Pengadaan Merpati Rp305 Juta di Istana



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Aparat Penegak Hukum (APH) diminta mengusut pengadaan burung merpati untuk Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 di Istana Negara, Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan penulis yang juga pengamat kebijakan publik, Antonius S. Boediono. Menurutnya, APH tak melihat angka yang terbilang kecil.

“Ayo para Aparat Penegak Hukum Silahkan dilidik jangan hanya berpandangan kecilnya angka kerugian melainkan sudah terbukti ada niat jahat,” kata Antonius dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (22/8/2026).

Dia meminta APH menangkap semua yang terlibat. Antonius bingung peruntukan anggaran tersebut.

“Tangkap semua yang terlibat – Anggaran Rp10.000.000 sudah dapat 100 ekor. Merpati untuk apa harus membeli dengan Anggaran Rp350 Juta,” terangnya.

Di sisi lain, dia menyoal alasan pihak Istana Negara yang kerap berlindung dengan klaim event skala nasional untuk pengadaan dengan harga tinggi.

“Selalu berlindung dibalik event skala nasional sehingga melupakan pemikiran yang rasional dan raras,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, harga burung merpati per ekornya, biasanya hanya Rp100.000. 

“Jika selalu berlindung dibalik alasan Nasional maka segala hal akan selalu menjadi tidak rasional. Harga burung Merpati paling mahal Rp100.000/ekor -100 ekor sudah banyak,” jelas Antonius.

Klarifikasi Istana

Sebelumnya, Deputi Bakom RI, Fahd Pahdepie, merespons sorotan tersebut. Ia meminta publik melihat pengadaan tersebut dalam konteks kegiatan berskala nasional.

“Kita harus lihat skalanya, nasional. Misalnya, kita bisa nggak membandingkan sebuah program atau kegiatan skala nasional dengan ukuran pribadi atau dengan ukuran yang lebih kecil? Tidak bisa juga,” kata Fahd, dikutip Fajar.co.id, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya memiliki dimensi nasional, tetapi juga internasional.

“Misalnya kalau kita berbicara soal perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dia bukan hanya punya dimensi nasional sebagai kebanggaan nasional, tetapi juga punya dimensi internasional,” tuturnya.

Fahd mengatakan, rangkaian perayaan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia merupakan negara berdaulat dan memiliki kebanggaan dalam merayakan momentum kemerdekaan.

“Untuk menyampaikan pesan kepada dunia internasional, misalnya Indonesia negara yang berdaulat dan negara yang punya pride untuk merayakan sesuatu. Kira-kira di sisi itu kita tidak bisa menilai itu apakah ini efisien atau tidak efisien,” ungkapnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *