News

Berkaca Kasus Keracunan MBG, Islah Bahrawi Ingatkan agar Tidak Berharap ke Pemerintah Soal Penanggulangan Bencana NTT



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi memberi sindiran keras ke pemerintah dan mengingatkan masyarakat.

Tamparan kerasnya itu terkait bagaiman langkah Pemerintah dalam aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Secara khusus ini berkaitan dengan bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.

Dikeathui, Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58.24 WIB.

Gempa berpusat di laut dengan kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Berdasarkan laporan awal BNPB, gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan.

Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan sehingga BPBD di sejumlah daerah pesisir melakukan evakuasi masyarakat.

Terkait kejadian ini, Islah Bahrawi mengingatkan ke masyarakat agar tidak terlalu berharap atas langkah yang bakal diambil Pemerintah.

Lewat unggahan di akun media sosial X pribadinya, ia menyampaikan hal tersebut yang berupa tamparan keras.

“Jangan berharap banyak kepada pemerintah terkait penanggulangan bencana,” tulis Islah Bahrawi dikutip fajar.co.id, Kamis (20/8/2026).

Islah berani berbicara seperti ini dengan mengambil contoh kasus dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya kasus keracunan dari program MBG yang menelan banyak korban saja membuat Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Lah, MBG yang membuat ribuan siswa keracunan saja mereka gak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Belum lagi masalah internal yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang tercatat sudah tiga kali berganti pemimpin dan membuat semakin yakin untuk tidak berharap.

“Kepala BGN gonta ganti,” ujarnya.

Sindiran keras pun diberikannya soal mitigasi yang biasanya dilakukan adalah mengeluarkan air mata dan menangis di depan kamera.

“Tapi sejak dulu mitigasinya hanya nangis di depan kamera,” sindirnya.

(Erfyansyah/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *