News

Ketua Gibranisti Bongkar Logika Tudingan Ijazah Jokowi Palsu, Sebut Seharusnya Terungkap Sejak Pilkada Solo



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perhatian publik di tengah bergulirnya persidangan yang menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa sebagai terdakwa dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu tersebut.

Menanggapi polemik yang terus berkembang, Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, mempertanyakan logika di balik tudingan yang menyebut ijazah Jokowi palsu. Menurutnya, apabila tuduhan tersebut benar, persoalan itu seharusnya sudah terungkap sejak awal Jokowi memasuki dunia politik.

“Kalau memang beliau ini benar-benar pemalsu ijazah, sesungguhnya seharusnya beliau sudah ditangkap sejak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo,” kata Taufik.

Ia mengingatkan bahwa pada saat mengikuti Pilkada Solo, Jokowi menghadapi lawan politik yang berasal dari lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM). Karena itu, menurutnya, dugaan terkait status akademik Jokowi semestinya sudah dapat dibuktikan apabila memang terdapat persoalan.

“Apalagi waktu menjadi Wali Kota Solo, beliau berhadapan dengan lawan tandingnya yang juga merupakan dosen dari UGM,” ujarnya.

Taufik menilai pihak-pihak yang memiliki akses terhadap data akademik di UGM tentu memiliki kesempatan untuk mengungkap persoalan tersebut sejak awal apabila memang benar ada pelanggaran.

“Kalau kemudian dosen di UGM itu mendapatkan data dan fakta dari UGM bahwa beliau bukanlah alumni dari situ, maka seharusnya Pak Jokowi sudah diberangus sejak awal,” ucap dia.

Ia juga mempertanyakan anggapan bahwa Jokowi telah memiliki kekuatan politik besar untuk memengaruhi berbagai institusi ketika baru mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo.

“Memangnya siapa seorang Jokowi waktu masih jadi calon Wali Kota Solo? Memangnya dia sudah jadi presiden yang menguasai KPU dan juga UGM? Tentu tidak,” sambungnya.

Menurut Taufik, polemik mengenai ijazah Jokowi terus bergulir karena sebagian pihak telah terlanjur mengambil sikap untuk menyerang mantan kepala negara tersebut.

“Tapi begitulah, guys. Karena mereka ini sudah nyemplung. Mereka sudah tidak tahu mau menggunakan segala cara apa pun dalam rangka menjatuhkan Pak Jokowi,” katanya.

Di sisi lain, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya telah menyatakan bahwa Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM yang menyelesaikan seluruh proses pendidikan dan lulus pada 5 November 1985. UGM juga menegaskan data pribadi mahasiswa hanya dapat diberikan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Persidangan yang melibatkan Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait polemik ijazah Jokowi sendiri masih terus bergulir di pengadilan dan menjadi perhatian publik.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *