Roy Suryo Sudah Pamer Ijazah Terang-terangan, Josua Sinambela Kini Permasalahkan Disertasinya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat IT Universitas Gadjah Mada (UGM), Josua Sinambela, yang dikenal cukup getol membela ijazah Jokowi, kini menguliti disertasi Roy Suryo saat menempuh program doktor (S3) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Josua mengemukakan sejumlah temuan yang menurutnya perlu mendapat perhatian, mulai dari dugaan plagiarisme hingga validitas penelitian yang digunakan dalam penyusunan disertasi tersebut.
Josua menyampaikan bahwa hasil penelusurannya mengarah pada dugaan adanya plagiarisme dalam disertasi Roy Suryo.
Ia menyebut kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan pengujian menggunakan sejumlah perangkat pendeteksi plagiarisme.
“Terdapat dugaan kuat bahwa disertasi Saudara RS merupakan hasil plagiarisme,” tuding Josua dikutip fajar.co.id, Jumat (17/7/2026).
“Hal ini didasarkan pada hasil pengujian dari berbagai perangkat deteksi plagiarisme dan Turnitin (seperti yang tertera pada gambar),” tambahnya.
Status Kemahasiswaan dan Sumber yang Diduga Dijiplak
Selain menyinggung isi disertasi, Josua juga mengaitkannya dengan status akademik Roy Suryo selama menempuh pendidikan doktoral.
Menurutnya, terdapat persoalan lain yang juga patut menjadi perhatian.
“Selain status kemahasiswaannya yang dinilai melanggar Peraturan Rektor karena berstatus sebagai terpidana berkekuatan hukum tetap (inkracht), keabsahan karya ilmiahnya pun patut dipertanyakan,” tukasnya.
Ia mengaku menemukan indikasi bahwa materi dalam disertasi tersebut diduga banyak mengambil rujukan dari karya ilmiah pada jenjang pendidikan yang lebih rendah.
“Berdasarkan hasil penelusuran, materi yang diduga diplagiasi justru mayoritas berasal dari skripsi dan penelitian dengan jenjang akademik yang lebih rendah,” jelasnya.
Kemandirian Penyusunan Disertasi Dipertanyakan
Josua juga mengemukakan dugaan lain terkait proses penyusunan disertasi tersebut.
“Selain masalah plagiarisme, muncul pula indikasi bahwa disertasi ini tidak disusun secara mandiri oleh yang bersangkutan,” bebernya.
Ia menyebut terdapat indikasi bahwa karya ilmiah itu tidak sepenuhnya disusun sendiri oleh Roy Suryo.
“Ada dugaan kuat mengenai keterlibatan pihak ketiga dalam pengolahan data, bahkan validitas surveinya pun diragukan,” timpalnya.
Lebih lanjut, Josua mempertanyakan kelengkapan dokumen penelitian yang digunakan dalam disertasi tersebut, khususnya terkait survei di BPJS sebagai objek penelitian.
Baginya, tidak ditemukan dokumen resmi yang lazim menjadi syarat penelitian akademik.
“Hal ini diperkuat dengan tidak adanya surat izin atau tanda terima resmi dari pihak BPJS selaku objek penelitian,” terangnya.
Ia membandingkan hal tersebut dengan prosedur penelitian yang berlaku di UNJ.
Source link
