News

Dokter Tifa Tolak Damai dengan Jokowi, Kader PSI Langsung Beri Peringatan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menanggapi keputusan Dokter Tifauzia Tyassuma yang memilih tidak menempuh jalur damai dengan Presiden ke-7 RI, Jokowi, dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah.

Dedy mengatakan, apabila Tifa yang telah berstatus terdakwa memilih melanjutkan proses hukum, maka yang terpenting adalah membuktikan tuduhan yang selama ini disampaikannya mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi.

Minta Tuduhan Dibuktikan di Pengadilan

Dedy mengaku mendukung langkah perlawanan hukum yang ditempuh Tifa selama diarahkan untuk membuktikan klaim yang disampaikannya.

“Saya sih setuju jika model perlawanan Tifa adalah membuktikan bahwa ijazah Jokowi palsu,” ujar Dedy, dikutip fajar.co.id, Jumat (3/7/2026).

Namun, ia mengingatkan bahwa apabila tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan di hadapan hukum, maka Dokter Tifa harus siap menerima konsekuensi yang berlaku.

“Kalau gagal dalam membuktikan ijazah Jokowi palsu, artinya dia harus siap berhadapan dengan konsekuensi hukum yang berlaku di Indonesia,” tukasnya.

Ingatkan Indonesia Negara Hukum

Dedy menegaskan bahwa setiap tuduhan terhadap seseorang harus dapat dipertanggungjawabkan karena Indonesia merupakan negara hukum.

Ia juga menyinggung posisi Jokowi yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden RI selama dua periode.

“Ingat, Indonesia adalah negara hukum,” tutur Dedy.

“Kita nggak bisa sembarangan membuat tuduhan palsu kepada siapa pun. Apalagi yang dituding berijazah palsu adalah seorang mantan wali kota dua kali, gubernur satu kali, dan dua kali menjadi Presiden Republik Indonesia,” tambahnya.

Lebih jauh, Dedy mengingatkan agar seseorang tidak melontarkan tuduhan tanpa dasar hanya demi meraih perhatian publik.

“Jangan asal mau tenar, tapi dengan cara-cara bombastis tapi kosong. Kasihan sama diri sendiri dan keluarga,” kuncinya.

Dokter Tifa Tolak Restorative Justice

Pengadilan Negeri Jakarta Timur mulai menyidangkan perkara dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.

Sidang perdana digelar dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Dalam dakwaannya, jaksa menilai Dokter Tifa telah menyebarkan tuduhan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Jokowi, adalah palsu.

Tuduhan tersebut, menurut jaksa, didasarkan pada sejumlah kejanggalan yang diyakini terdakwa.

Jaksa juga mengungkapkan bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memberikan penjelasan bahwa Jokowi merupakan lulusan Fakultas Kehutanan.

Meski demikian, Dokter Tifa disebut tetap menyampaikan narasi mengenai dugaan ijazah palsu melalui media sosial.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *