News

Diskresi Bahlil untuk IAS Menuju Musda Golkar Sulsel Dinilai Bisa Jadi Jalan Konsolidasi Politik



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Keputusan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan surat diskresi kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulawesi Selatan memunculkan dinamika baru di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Surat diskresi itu dinilai memperbesar peluang IAS untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel. Namun, di sisi lain, langkah tersebut juga dianggap perlu diikuti komunikasi politik agar tidak memunculkan gesekan antar-kader.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Nurmal Idrus, menilai keputusan DPP Partai Golkar tersebut sebaiknya dijadikan momentum untuk membuka ruang komunikasi antara para figur yang memiliki kepentingan dalam Musda.

“Saya kira dengan adanya diskresi ini bisa menjadi jembatan untuk dilakukannya komunikasi pra-Musda antara para calon maupun kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan di internal partai,” ujar Nurmal kepada Fajar.co.id, Kamis (25/6/2026).

Menurut Nurmal, surat diskresi dari DPP memang menjadi modal penting bagi IAS karena dapat memenuhi salah satu syarat administratif untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel. Meski begitu, keputusan tersebut belum otomatis menghilangkan dinamika politik yang berkembang.

Ia menyebut proses komunikasi dan konsolidasi antar-kelompok tetap menjadi faktor penting agar pelaksanaan Musda berjalan lancar serta tidak meninggalkan konflik berkepanjangan.

“Perlu ada upaya membangun kesepahaman dengan kandidat atau kelompok lain sehingga memungkinkan terciptanya aklamasi. Dengan begitu, potensi perpecahan bisa diminimalkan,” katanya.

Nurmal juga melihat keputusan DPP Golkar memberikan sinyal dukungan lebih awal kepada IAS memiliki tujuan strategis untuk mengantisipasi potensi ketegangan politik di internal partai.

“Saya kira itu juga menjadi salah satu pertimbangan DPP. Dengan adanya sinyal yang jelas lebih awal, para calon lain bisa mulai membangun komunikasi sehingga proses Musda tidak menimbulkan perpecahan yang terlalu tajam,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia secara resmi menyerahkan surat diskresi kepada IAS di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Surat tersebut menjadi salah satu syarat administratif yang dapat digunakan IAS untuk mengikuti proses pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya serahkan rekomendasi DPP Partai Golkar kepada Kak Aco untuk dipergunakan sebagaimana mestinya dan untuk membesarkan Partai Golkar di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Bahlil saat penyerahan surat tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *