News

DMO Batu Bara Naik, Apakah Tarif Listrik Ikut Naik? Ini Dampaknya bagi PLN dan Pelanggan



FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wacana kenaikan harga Domestic Market Obligation (DMO) batu bara kembali menjadi perhatian publik. Jika harga DMO yang selama ini ditetapkan sebesar US$70 per ton dinaikkan mendekati harga pasar, muncul pertanyaan besar: apakah tarif listrik juga akan ikut naik?

Berdasarkan berbagai kajian dan data industri, kenaikan harga DMO berpotensi meningkatkan biaya operasional PT PLN (Persero) secara signifikan. Meski demikian, kenaikan tarif listrik tidak serta-merta terjadi karena pemerintah masih memiliki sejumlah opsi kebijakan.

Selama periode 2016 hingga 2024, harga batu bara DMO untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN dipatok sebesar US$70 per ton. Sementara itu, harga batu bara kalori menengah di pasar internasional saat ini berada di kisaran US$88 per ton.

Perbedaan harga tersebut menjadi perhatian pelaku industri batu bara yang menilai harga DMO sudah tidak lagi mencerminkan kondisi pasar. Di sisi lain, PLN selama ini memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut karena dapat menekan biaya produksi listrik.

Kenaikan DMO Berpotensi Tambah Beban PLN Rp49 Triliun

Kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Apabila harga DMO dinaikkan dari US$70 menjadi US$88 per ton, maka terdapat kenaikan biaya sebesar US$18 per ton.

Dengan asumsi tersebut, tambahan biaya yang harus ditanggung PLN diperkirakan mencapai sekitar US$2,77 miliar per tahun atau setara Rp49 triliun dengan kurs Rp17.800 per dolar AS.

Besarnya tambahan biaya tersebut dinilai dapat memengaruhi kondisi keuangan perusahaan jika tidak diimbangi kebijakan lain dari pemerintah.

Sejumlah pihak menilai revisi harga DMO diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan batu bara dalam negeri. PLN disebut masih menghadapi kekurangan pasokan batu bara hingga sekitar 20 juta ton.

Apabila pasokan terganggu, sejumlah pembangkit listrik berpotensi mengalami kendala operasional. Beberapa wilayah dengan konsumsi listrik tinggi, terutama di Pulau Jawa, dinilai dapat menghadapi risiko gangguan pasokan apabila stok batu bara tidak mencukupi.

Tiga Pilihan Pemerintah Jika Harga DMO Naik

Apabila pemerintah memutuskan menaikkan harga DMO batu bara, terdapat tiga skenario yang dapat ditempuh.

1. Pemerintah Menambah Subsidi

Pemerintah dapat meningkatkan subsidi atau kompensasi kepada PLN agar tarif listrik tetap stabil. Skema ini dinilai paling aman bagi masyarakat karena tidak berdampak langsung pada tagihan listrik.

Namun, konsekuensinya adalah meningkatnya beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

2. PLN Menanggung Kenaikan Biaya

PLN juga dapat menyerap kenaikan biaya tersebut tanpa menaikkan tarif listrik. Langkah ini akan menjaga stabilitas tarif, tetapi berpotensi menekan kemampuan perusahaan dalam melakukan investasi dan pengembangan infrastruktur kelistrikan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *