SPK Soroti MBG Dikelola Perguruan Tinggi: Kampus Berinvestasi dalam Bargaining Kekuasaan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini masuk kampus, ditandai dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pertama di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan. Hal ini menuai kritik.
Salah satunya dari Serikat Pekerja Kampus (SPK). SPK menilai hal tersebut sama saja kampus berinvestasi pada proses tawar menawar kekuasaan.
“Kampus berinvestasi pada bargaining kekuasaan,” kata Dhia Al Uyun dari SPK kepada fajar.co.id, Rabu (29/4/2026).
Pada dasarnya, Dhia mengatakan, SPK menolak MBG. Apalagi jika MBG dikelola kampus.
“SPK standingnya menolak MBG,” terang Dhia.
Dhia memaparkan, setidaknya ada enam alasan pihaknya menolak MBG. Pertama, karena MBG menyedot anggaran pendidikan.
“MBG mengambil dana pendidikan,” ucapnya.
Kedua, dianggap tidak tepat sasaran. Ketiga, ada potensi korupsi.
Keempat tidak ramah lingkungan. Kelima, karena dianggap bagian dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Enam, kualitas tidak sesuai gizi,” pungkasnya.
Peresmian SPPG di Unhas
Peresmian SPPG di Unhas dilakukan pada Selasa, 28 April 2026. Dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Brian mengatakan, fasilitas dapur yang dibangun Unhas ini merupakan langkah nyata perguruan tinggi mendukung pelaksanaan program MBG. Sekaligus memperkuat posisi Unhas sebagai kampus mandiri.
“Intinya adalah bagaimana dari perguruan tinggi bisa menjalankan peran untuk mendukung program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah program MBG,” kata Brian saat peresmian di Unhas, kemarin.
Source link
