Malaysia Masih Jadi Tujuan Favorit PMI Sulsel, Jepang Tempati Posisi Kedua

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus menjadi fokus BP3MI Sulawesi Selatan.
Selama enam bulan pertama tahun 2026, lembaga ini menangani berbagai pengaduan, memulangkan ratusan PMI yang mengalami kendala di luar negeri, sekaligus memberangkatkan ratusan calon pekerja migran melalui jalur resmi.
Kepala BP3MI Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan, mengatakan berbagai layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan hak dan keselamatan PMI tetap terjamin sejak sebelum berangkat, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke daerah asal.
Tangani 18 Kasus PMI, Mayoritas Berhasil Diselesaikan
Sepanjang Semester I 2026, BP3MI Sulawesi Selatan menerima 18 pengaduan dari PMI asal Sulawesi Selatan.
Kasus yang ditangani meliputi persoalan gaji yang tidak dibayarkan, permohonan pemulangan, hingga berbagai permasalahan lain di negara penempatan.
“Dari 18 kasus yang masuk, sebanyak 14 kasus telah berhasil kami selesaikan. Sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian dan koordinasi dengan pihak terkait di pusat maupun negara tujuan,” ujar Fanny dalam keterangannya yang diterima fajar.co.id, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, penyelesaian setiap pengaduan menjadi prioritas agar hak-hak PMI tetap terpenuhi tanpa harus menunggu terlalu lama.
Seluruh laporan ditangani sesuai mekanisme yang berlaku dengan melibatkan koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, serta berbagai pihak lainnya.
Fasilitasi Pemulangan 290 PMI
Selain menangani pengaduan, BP3MI Sulawesi Selatan juga memberikan layanan pemulangan bagi PMI yang mengalami berbagai kendala selama bekerja di luar negeri.
Selama Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 290 layanan pelindungan diberikan kepada PMI beserta keluarganya.
Rinciannya, sebanyak 256 PMI terkendala, 31 PMI meninggal dunia, dan tiga PMI dalam kondisi sakit difasilitasi untuk kembali ke daerah asal.
“Pemulangan ini kami lakukan untuk memastikan PMI bisa kembali ke daerah asal dengan aman dan mendapatkan penanganan lanjutan,” ucapnya.
Berdasarkan negara asal pemulangan, Malaysia mendominasi dengan porsi sekitar 96 persen.
Sementara empat persen lainnya berasal dari berbagai negara penempatan.
Adapun daerah tujuan pemulangan terbanyak adalah Kabupaten Bulukumba dengan 42 PMI, disusul Polewali Mandar sebanyak 24 orang, Bone 24 orang, Toraja Utara 24 orang, Flores Timur 22 orang, serta 154 PMI lainnya dipulangkan ke berbagai daerah.
Berangkatkan 489 PMI Secara Prosedural
Di sektor penempatan, BP3MI Sulawesi Selatan juga mencatat peningkatan pemberangkatan PMI secara resmi.
Source link
