News

Jokowi Mulai Manuver Cari Panggung Baru, Hendri Satrio: Merasa Ditinggal dan Diserang Ijazah



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat komunikasi politik sekaligus pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menganalisis adanya pergeseran sikap politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terhadap Presiden Prabowo Subianto. Pria yang akrab disapa Hensa ini menilai perubahan dinamika tersebut dipicu oleh dua faktor utama yang memengaruhi konstelasi lingkaran eksekutif.

Faktor pertama berkaitan dengan posisi politik Jokowi yang dinilai mulai terisolasi dari pusat pengambilan keputusan strategis nasional.

“Selama sepuluh tahun lebih, Pak Jokowi selalu berada di pusat keputusan politik. Sekarang, kalau ia merasa tidak lagi diajak bicara soal langkah-langkah besar, wajar kalau Pak Jokowi mulai mencari ruang politiknya sendiri,” kata Hensa kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Hensa berpendapat bahwa figur politikus senior yang merasa ditinggalkan dalam pusaran kekuasaan umumnya memiliki dua pilihan: memilih pasif atau merancang panggung politik baru.

“Saya melihat Pak Jokowi memilih membangun panggung baru, bukan diam. PSI adalah kendaraan politik yang paling dekat dan paling masuk akal untuk itu,” ujar Hensa.

Adapun alasan kedua yang memicu perubahan sikap tersebut yakni derasnya tekanan publik dan serangan politik terkait isu dokumen pendidikan. Isu keabsahan ijazah yang awalnya menyasar Jokowi kini melebar hingga ke dokumen kelulusan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sempat berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Isu ijazah ini sudah bukan lagi soal pribadi Pak Jokowi. Begitu merembet ke anaknya, apalagi anaknya kini menjabat wakil presiden, wajar kalau Pak Jokowi merasa harus pasang badan dan tampil lebih keras,” tutur Hensa.

Menurutnya, eskalasi serangan politik yang dialamatkan secara bertubi-tubi berpotensi mengubah dorongan dari sikap bertahan menjadi pergerakan ofensif.

“Orang yang terus diserang lama-lama akan berhitung, daripada menunggu lebih baik maju duluan. Bisa jadi itulah yang sedang kita lihat dari sikap Pak Jokowi terhadap pak Prabowo sekarang,” lanjutnya.

Meski demikian, Hensa menegaskan bahwa kalkulasi politik ini murni hasil pembacaan eksternal. Ia tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa Jokowi akan mengambil posisi berlawanan secara penuh dengan rezim Prabowo-Gibran.

“Jokowi memang sejauh ini masih mendukung Prabowo-Gibran. Tapi melihat langkahnya sekarang, saya melihat Jokowi mungkin juga sudah mulai mempertimbangkan rencana lain. Dilihat saja apa yang akan ia lakukan bersama PSI nantinya,” pungkas Hensa.

(zak/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *