News

Doa untuk Wartawan – FAJAR



Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang menerangi semesta dengan cahaya kebenaran, yang mengajarkan manusia melalui pena, dan yang menitipkan kepada kata-kata kekuatan untuk membangunkan kesadaran.

Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan kejujuran, penjaga amanah, dan pembawa risalah yang mengajarkan bahwa kebenaran harus disampaikan dengan kebijaksanaan, keadilan, dan kasih sayang.

Ya Allah, Yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi di balik kata-kata dan segala yang berdenyut di dalam hati manusia.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Membuka Jalan.

Engkau mengetahui betapa mulia sekaligus menantangnya profesi wartawan. Mereka berjalan membawa “pena”, kamera, dan mikrofon, menyusuri lorong-lorong kehidupan, merekam suara yang nyaris tenggelam, menyampaikan kenyataan yang kadang tidak ingin didengar, serta mengetuk pintu-pintu kekuasaan agar tidak lupa bahwa amanah harus dipertanggungjawabkan.

Di balik sebuah berita, ada mata yang berjaga, kaki yang melangkah, pikiran yang menimbang, dan hati yang berjuang agar fakta tidak dikalahkan oleh kepentingan. Ada wartawan yang bekerja ketika orang lain terlelap, berada di tengah bencana ketika orang lain mencari perlindungan, dan menghadapi tekanan ketika kebenaran bersentuhan dengan kekuasaan.

Ya Allah, muliakanlah mereka yang bekerja dengan niat yang lurus. Lindungilah mereka yang mencari kebenaran dengan keberanian, menyampaikan fakta dengan ketelitian, dan menulis dengan kesadaran bahwa setiap kata dapat menjadi jembatan pengetahuan, tetapi juga dapat berubah menjadi luka apabila dilepaskan dari tanggung jawab.

Engkau telah mengingatkan manusia dalam Surah Al-‘Alaq ayat 4–5:
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Ya Allah, jadikanlah pena para wartawan sebagai jalan ilmu, bukan alat kebencian; sebagai jembatan keadilan, bukan kendaraan fitnah; sebagai cahaya yang menerangi kehidupan, bukan api yang membakar persaudaraan. Sebab, pena menjadi mulia bukan semata-mata karena tajamnya tulisan, melainkan karena kebenaran dan kebijaksanaan yang dititipkan di dalamnya.

Ya Allah, Yang Maha Benar.

Kami hidup pada zaman ketika informasi berlari lebih cepat daripada pemeriksaan fakta, ketika kabar dapat menyebar ke seluruh penjuru sebelum kebenarannya sempat diuji, dan ketika kebohongan yang dikemas dengan indah kadang lebih mudah dipercaya daripada kenyataan yang disampaikan dengan jujur.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *