News

PSI: Tidak Mungkin DPR Tak Tahu Soal Pasal Selundupan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menegaskan bahwa DPR RI tidak mungkin tidak mengetahui jika terdapat pasal yang diselundupkan untuk meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Pernyataan itu disampaikan Dedy menanggapi tudingan yang dilontarkan Islah Bahrawi terkait pencalonan Gibran yang kini menjabat Wakil Presiden RI.

“Ngga mungkin sekelas DPR RI tidak tau kalau ada pasal selundupan yang Anda maksud itu 👉. Kecuali DPR RI-nya seperti kata Gus Dur masih selevel TK 🤭,” kata Dedy Nur Palakka, Senin (19/10/2026).

Menurut Dedy, proses pemilu berlangsung melalui tahapan yang panjang. Jika terdapat persoalan serius dalam proses tersebut, kata dia, masyarakat Indonesia tentu sudah melontarkan kritik secara luas.

Apalagi, Indonesia memiliki kelompok masyarakat sipil yang kritis dalam mengawasi jalannya proses demokrasi. Karena itu, menurutnya, dugaan adanya pasal selundupan semestinya sudah diperiksa secara serius.

“Tapi… faktanya, proses berjalan dengan baik dan meriah sekali. Calon-calon yang mendaftarkan diri juga kelihatan sangat bersemangat,” ujarnya.

Dedy menilai tuduhan Islah Bahrawi tidak memiliki dasar yang jelas dan cenderung merupakan tuduhan politik.

Dia pun meminta agar tuduhan tersebut dibuktikan melalui lembaga yang berwenang, bukan disampaikan tanpa menempuh mekanisme hukum yang semestinya.

“Kalau mau sehat, coba tuduhan itu dibawa ke lembaga yang berwenang, jangan lompat pagar seperti yang dilakukan kelompok politik pimpinan Denny Indrayana kemarin di MK,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dedy meminta pihak-pihak yang mempersoalkan proses pencalonan Gibran untuk mendesak DPR RI menggunakan hak pengawasannya.

Dia mengatakan masyarakat yang taat konstitusi akan bersedia mengubah pandangan apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses pembuktian yang serius, konstitusional, adil, dan beradab.

“Begitu…. Jangan asal tuding Jokowi menipu tapi ngga punya buktinya, itu namanya tuduhan frustasi,” tandasnya.

Islah Bahrawi Sentil Jokowi

Sebelumnya, Islah Bahrawi menyentil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan menyebutnya sebagai penipu.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

“Ada yang tanya, ‘Jokowi pernah nipu apa kepada bangsa ini?’ Noh, produk tipuannya masih idup jadi Wapres!” ujar Islah Bahrawi.

(slf/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *