Smartphone Flagship Bakal Layar LTPS Demi Tekan Harga? • Jagat Gadget
Smartphone flagship bisa mengalami penurunan spesifikasi gara-gara harga memori yang terus naik. Salah satu komponen yang mulai dilirik untuk menghemat biaya adalah layar, dengan sejumlah merek asal China dilaporkan kembali menggunakan panel layar yang lebih murah yaitu OLED LTPS, menggantikan LTPO.

Menurut laporan dari UBI Research, memori diperkirakan menyumbang sekitar 40% dari total biaya komponen smartphone flagship pada paruh kedua 2026. Angka itu sekitar enam kali biaya layar. Padahal, pada awal 2025, biaya kedua komponen tersebut masih relatif seimbang.
Perbedaan LTPS dan LTPO
LTPS dan LTPO memang sama-sama bisa digunakan pada layar OLED, tetapi ada perbedaan penting di antara keduanya. LTPO memungkinkan refresh rate turun hingga 1 Hz ketika layar menampilkan konten statis, seperti saat membaca atau menampilkan informasi di layar selalu aktif. LTPS punya keterbatasan dalam penyesuaian refresh rate, sehingga konsumsi dayanya berpotensi lebih tinggi.
Dampaknya bukan cuma soal angka di lembar spesifikasi. Smartphone dengan layar LTPS bisa lebih boros daya dibandingkan perangkat dengan LTPO, terutama ketika keduanya menggunakan refresh rate tinggi. Jadi, meski sama-sama mengusung layar OLED 120 Hz, efisiensi baterainya belum tentu setara.
LTPS Bisa Hemat Jauh
Penghematan dari penggunaan LTPS memang hanya beberapa dolar per unit. Namun, untuk produksi jutaan smartphone, selisih tersebut bisa membantu menekan biaya secara signifikan. Produsen kabarnya juga mempertimbangkan kamera yang lebih sederhana dan SoC yang lebih murah sebagai cara lain untuk mengimbangi mahalnya memori.
Baca Juga: 5 Hape 5G di Bawah 5 Juta yang Tersedia di Indonesia 2026
Bagi konsumen, kondisi ini berarti label flagship belum tentu menjamin semua komponennya lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya. Layar OLED yang tercantum di spesifikasi pun belum cukup untuk menggambarkan efisiensi daya dan kemampuan refresh rate adaptifnya. Karena itu, teknologi panel yang digunakan bakal semakin penting untuk diperhatikan saat memilih smartphone.
Kalau menurut kalian sendiri, apakah ini cukup menarik jadi solusi, yaitu dengan sedikit mengorbankan kemapuan layar, atau sebaiknya smartphone flagship tetap menggunakan layar LTPO?
