News

Pengkritik Gibran Bakal Bela MBG? Ini Sindiran Hasyim Muhammad



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial Hasyim Muhammad menyoroti pihak-pihak yang mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menduga desakan tersebut tidak terlepas dari kepentingan politik, termasuk ambisi untuk menduduki kursi wakil presiden.

Melalui akun X pribadinya, Hasyim menyindir sosok yang menurutnya gencar menyerang Gibran. Ia menilai pihak tersebut berpotensi mengubah sikap terhadap program pemerintah apabila kelak berhasil menduduki posisi yang sama.

“Orang yang nyerang Gibran dan mengincar kursi wapres itu, begitu terpilih jadi wapres nanti: langsung jadi PEMBELA MBG DI GARDA TERDEPAN,” tulis Hasyim, dikutip Warta Ekonomi, Jumat (16/10/2026).

Pernyataan tersebut merupakan sindiran Hasyim terhadap pihak yang tidak disebutkan namanya secara eksplisit dalam kutipan sumber. Ia mengaitkan kritik terhadap Gibran dengan dugaan kepentingan politik dan sikap terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Desakan Gibran Mundur Menguat

Gibran tengah menghadapi desakan pengunduran diri dari sejumlah pihak di tengah polemik mengenai dokumen pendidikan yang menjadi perhatian publik.

Isu tersebut kembali mencuat setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan Putusan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada 6 Oktober 2026.

Dalam materi pemberitaan yang menjadi sumber artikel ini, pertimbangan hakim disebut menyinggung dokumen pendidikan luar negeri Gibran yang dipersoalkan karena dinilai belum menunjukkan bukti kelulusan setara SMA atau sederajat.

Majelis juga disebut menyoroti dokumen yang digunakan dalam proses penyetaraan, yang dinilai menunjukkan keikutsertaan atau kehadiran dalam pendidikan, bukan bukti kelulusan.

Namun, MK menyatakan permohonan tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum pemohon. Karena itu, putusan tersebut tidak boleh ditafsirkan secara otomatis sebagai penetapan bahwa ijazah Gibran tidak sah.

Putusan MK Jadi Bagian dari Perdebatan Politik

Gibran telah dilantik sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Dalam perkara yang diberitakan tersebut, MK menyatakan persoalan yang diajukan tidak lagi berada dalam ranah sengketa hasil pemilu dan tidak melanjutkan pemeriksaan pokok permohonan.

Di tengah polemik itu, pernyataan Hasyim Muhammad menambah dimensi perdebatan mengenai motif politik di balik desakan agar Gibran mundur.

Meski demikian, dugaan bahwa pihak tertentu mengincar kursi wakil presiden dan akan menjadi pendukung utama MBG apabila terpilih merupakan pandangan Hasyim. Materi sumber tidak menyebutkan secara jelas siapa sosok yang dimaksud maupun bukti yang mendukung dugaan tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *