News

Selaras dengan Program Pemerintah Kota, SMPN 38 Makassar Perkuat Gerakan Urban Farming



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — SMP Negeri 38 Makassar terus mendorong inovasi pendidikan berbasis lingkungan melalui program PLATONIK (Program Literasi Agro Terpadu, Optimasi Nutrisi, dan Integrasi Karbon).

Program yang dikembangkan melalui UPTD SPF SMP Negeri 38 Makassar ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan kepedulian lingkungan, meningkatkan literasi digital, serta memperkenalkan praktik pertanian perkotaan atau urban farming kepada peserta didik.

Program PLATONIK hadir sebagai pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan bercocok tanam, pemanfaatan teknologi digital, optimalisasi nutrisi, dan edukasi lingkungan. Melalui program ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan menanam, merawat, dan memantau perkembangan tanaman di lingkungan sekolah.

Inovasi tersebut dinilai selaras dengan semangat program Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pengembangan urban farming sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan perkotaan yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui pemanfaatan lahan sekolah, kegiatan pertanian sederhana dapat menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa. Tanaman pohon, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga sayuran diperkenalkan sebagai bagian dari edukasi pemanfaatan ruang dan penguatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Keunikan PLATONIK terletak pada pemanfaatan teknologi interaktif. Setiap tanaman dapat dilengkapi PLATONIK-Tag yang terhubung dengan kode QR sehingga siswa dapat mengakses profil digital tanaman. Pendekatan ini mempertemukan aktivitas pertanian dengan literasi digital dan pembelajaran yang lebih menarik bagi generasi muda.

Selain itu, program ini menerapkan konsep gamifikasi melalui sistem poin, jurnal mingguan, dan pengumpulan koin yang dapat ditukarkan dengan hadiah. Mekanisme tersebut dirancang untuk mendorong kedisiplinan siswa dalam merawat tanaman sekaligus membangun kebiasaan belajar yang konsisten dan bertanggung jawab.

Arifah Zainal selaku guru penanggung jawab program PLATONIK menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik.

“Melalui PLATONIK, kami ingin mengajak siswa memahami bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar teori, melainkan kebiasaan yang harus dibangun sejak dini. Anak-anak belajar menanam, merawat tanaman, memanfaatkan teknologi, dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan melalui kegiatan yang menyenangkan,” ujar Arifah Zainal.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *