Rezim Prabowo Dinilai Lebih ‘Perubahan’ Dibanding Anies, Yunarto Wijaya Sebut Alokasi Anggaran ‘Prabowo Banget’

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menilai arah kebijakan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru membawa gelombang perubahan mendasar (outcome) yang jauh lebih besar ketimbang narasi perubahan yang diusung Anies Baswedan pada masa kampanye Pilpres lalu.
Yunarto menegaskan bahwa persepsi publik yang memprediksi pemerintahan Prabowo sekadar menjadi kelanjutan mutlak (continuity) dari kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terbukti keliru.
“Fix ya, ini rezim perubahan dalam alam pikir. Bahkan saya meyakini perubahannya secara outcome akan lebih besar kalaupun Anies jadi presiden kemarin. Serius, artinya lebih perubahan daripada Anies,” ujar Yunarto dalam tayangan di kanal YouTube Total Politik, dikutip Minggu (11/10/2026).
Pakar politik ternama itu menjelaskan bahwa pergeseran besar paling nyata terlihat pada reorientasi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah saat ini secara signifikan memangkas alokasi belanja infrastruktur—yang sebelumnya menjadi prioritas utama era Jokowi—guna dialihkan ke program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Alokasi anggaran itu langsung sudah memperlihatkan ‘ini Prabowo banget’. Anggaran infrastruktur minus dibandingkan dengan zaman Jokowi terakhir. Ketika Pak Prabowo ingin MBG dan program populis lainnya jalan, menteri jungkir balik. Ujungnya potong dana transfer daerah, potong anggaran desa,” kata Yunarto.
Menurut analisisnya, perombakan susunan anggaran ini sempat memicu keterkejutan (shock) bagi para pelaku pasar hingga jajaran kepala daerah yang terdampak penyesuaian porsi alokasi dana transfer pusat ke daerah.
Meski demikian, Yunarto menekankan bahwa pergeseran kebijakan tersebut membuktikan konsistensi gagasan ekonomi-politik Prabowo yang telah dituangkan sejak lama dalam buah pikirannya di buku Paradoks Indonesia.
“Prabowo sangat komitmen dengan pemikirannya. Yang salah adalah imajinasi Anda tentang Prabowo, bahwa dia seakan-akan akan menjadi pemimpin yang continuity seperti Jokowi,” pungkas Yunarto.
(zak/fajar)
Source link
