Sorotan The Guardian Sebut ajang FIFA ASEAN Cup jadi Kendaraan Politik Gianni Infantino

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Setelah keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026, pertanyaan besar kemudian muncul.
Pertanyaan ini muncul sejalan dengan rumor panas yang baru saja hadir Ini terkait masa depan dan bagaimana turnamen ini berikutnya.
Salah satu media asal Inggris, The Guardian mengungkap adanya kemungkinan besar turnamen ini tidak akan bertahan lama.
Ini juga menyusul dengan pemilihan Presiden baru FIFA dan kemungkinan tidak terpilihnya kembali nama Presiden saat ini, Gianni Infantino.
“Apakah itu berarti Indonesia adalah juara Asia Tenggara mengingat kesuksesan Vietnam pada musim panas ini? Mungkin bergantung pada siapa yang Anda tanya. Bagi sebagian besar orang di luar Indonesia, hal itu bisa saja dilupakan dengan cukup cepat,” tulis Guardian.
“Infantino, yang mungkin senang melihat pernyataannya dari 12 bulan lalu terwujud di lapangan, kemungkinan besar akan menilai kesuksesan sebenarnya dari semua itu berdasarkan apakah ia telah meningkatkan peluangnya untuk mempertahankan jabatannya. Hal itu masih harus dibuktikan.”
Kemudian jurnalis sepak bola Asia, John Duerden, dalam tulisannya yang dimuat The Guardian pada 7 Oktober 2026.
Dalam tulisannya, John Duerden coba mengaitkan hal ini dengan langkah manuver politik yang dilakukan oleh Gianni Infantino jelang pemilihan.
Duerden menilai keberhasilan Indonesia menjadi juara memberikan keuntungan tersendiri bagi Infantino.
Dan federasi sepakbola Indonesia dalam hal ini PSSI disebutnya jadi salah satu pendukung Gianni Infantino untuk kawasan Asia.
Menurut Duerden, persoalan utama FIFA ASEAN Cup terletak pada alasan keberadaannya.
Asia Tenggara sebenarnya sudah memiliki turnamen regional yang mapan, yakni ASEAN Cup yang telah berlangsung sejak 1996.
Nah, hadirnya FIFA ASEAN Cup ini kemudian yang akan jadi pertanyaan besar turnamen resmi dari federasi sepakbola dunia itu mendapat pertanyaan.
The Guardian coba memberi gambaran kompetisi tersebut sebagai turnamen yang belum tentu dibutuhkan kawasan Asia Tenggara.
Mengingat turnamen yang satunya yaitu ASEAN Cup yang memang sudah berlangsung sangat lama dan memiliki sejarah panjang.
Karena itu, munculnya kompetisi baru dengan wilayah peserta yang hampir sama berpotensi membuat agenda sepak bola Asia Tenggara semakin padat.
Duerden sebelumnya juga menulis bahwa ketika Infantino mengumumkan FIFA ASEAN Cup pada 2025, tidak banyak pihak di kawasan yang merasa membutuhkan tambahan turnamen regional.
Dari segi politik, Duerden melihat aktivitas Infantino di sejumlah negara Asia, termasuk bertemu Presiden Prabowo Subianto ketika pemilihan Presiden FIFA semakin dekat.
Source link
