Denny Indrayana: Wapres Gibran Adalah Dosa Kolektif Bangsa

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof Denny Indrayana, kembali menyampaikan pandangannya terkait posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI.
Denny menyebut bahwa ada opsi yang lebih sederhana dibandingkan pemberhentian atau pemakzulan, yakni mendorong Gibran mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden.
Denny Sebut Gibran sebagai ‘Dosa Kolektif’
Dikatakan Denny, keberadaan Gibran sebagai Wakil Presiden merupakan persoalan yang menurutnya perlu dikoreksi.
“Selain pemecatan atau impeachment, ada cara yang lebih mudah. Mendorong Gibran mengundurkan diri. Kenapa kita perlu mendorong Gibran berhenti? Tentu bukan karena persoalan pribadi. Ini persoalan menyelamatkan negeri,” ujar Denny, dikutip fajar.co.id, Senin (5/10/2026).
“Wakil Presiden Gibran adalah dosa kolektif bangsa yang memang perlu dikoreksi,” tambahnya.
Lanjut dia, semakin lama kondisi tersebut dibiarkan, semakin besar pula dampak yang ditimbulkan terhadap harapan masyarakat terhadap masa depan Indonesia.
“Segera membiarkan dosa itu semakin lama bertahan, membuat Indonesia semakin kehilangan harapan,” tukasnya.
Denny kemudian menyinggung proses politik yang mengantarkan Gibran menjadi calon wakil presiden hingga akhirnya menduduki posisi sebagai Wakil Presiden.
“Kita semua maklum bahwa Gibran menjadi wapres, bahkan menjadi calon Wakil Presiden, sejatinya bukan karena integritas moral ataupun kapasitas intelektual, tetapi karena faktor Jokowi,” ucapnya.
Denny menekankan bahwa pencalonan Gibran tidak terlepas dari posisi Joko Widodo sebagai presiden saat itu.
“Bagi Prabowo, Gibran adalah golden ticket untuk mendapatkan dukungan Jokowi. Bukan Jokowi sebagai pribadi, tetapi Jokowi sebagai presiden dengan seluruh aparat kuasa dan anggaran negaranya,” jelasnya.
Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan dugaan keterlibatan Jokowi dalam proses politik Pemilu 2024.
“Sebab Jokowi dengan cawe-cawe-nya adalah syarat utama untuk menang dalam sistem pemilu yang syarat politik uang dan kecurangan,” imbuhnya.
Denny Bicara Potensi Impeachment
Denny selanjutnya menyebut pemberhentian Gibran sebagai langkah korektif yang menurutnya diperlukan.
“Maka langkah korektif memberhentikan Gibran bukan hanya perlu, tapi niscaya. Terlebih dengan krisis ekonomi, dugaan skandal publik, serta potensi skandal pribadi, pemberhentian Presiden Prabowo bukan tidak mungkin terjadi,” tegasnya.
Denny juga menggambarkan kemungkinan yang terjadi apabila Presiden Prabowo Subianto diberhentikan dari jabatannya.
“Jika Presiden Prabowo jatuh, secara konstitusi kita akan punya Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bagi Indonesia, itu bukan berita suka, tetapi kabar duka, itu malapetaka,” timpalnya.
Source link
