News

Rocky Gerung Masuk Istana, Prof Firdaus Muhammad: Tetap Kritis, Jangan Berubah



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Kehadiran sejumlah tokoh di Istana Negara dalam rangka pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) disebut memiliki makna politik tersendiri.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Politik Islam UIN Alauddin Makassar, Prof Firdaus Muhammad, melihat kehadiran para pakar, pengamat hingga tokoh agama dalam momentum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerintahan.

Di sisi lain, perhatian khusus publik kali ini tertuju pada posisi Rocky Gerung yang kini menjadi bagian dari Wantimpres.

Prof Firdaus berharap status baru tersebut tidak membuat Rocky meninggalkan karakter kritis yang selama ini melekat pada dirinya.

Rocky Diharapkan Tetap Kritis

Prof Firdaus mengatakan keberadaan Rocky di lingkaran Istana justru seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pandangan secara langsung kepada pemerintah.

“Diharapkan tokoh yang kritis seperti Rocky Gerung ini tetap kritis terhadap pemerintah,” ujar Prof Firdaus kepada fajar.co.id, Jumat (2/10/2026).

Ia menilai Rocky memiliki ruang yang lebih dekat dengan Presiden untuk menyampaikan pandangan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Prof Firdaus menegaskan, berada di lingkungan Istana bukan alasan bagi Rocky untuk mengurangi sikap kritisnya.

Sebaliknya, kedekatan dengan pusat pemerintahan dinilai dapat menjadi kesempatan untuk menyampaikan kritik secara langsung dan konstruktif, sebagaimana yang selama ini dilakukan Rocky di ruang publik.

“Justru karena berada di lingkaran istana lebih mudah menyampaikan kritikan konstruktif, seperti halnya di ruang publik,” tegasnya.

Karena itu, ia menyayangkan apabila posisi baru tersebut justru membuat sikap kritis Rocky berubah.

“Disayangkan jika kelak sikap kritisnya berubah,” imbuhnya.

Bilang Kehadiran Tokoh sebagai Konsolidasi Politik

Selain bicara terkait Rocky Gerung, Prof Firdaus juga melihat momentum pelantikan Wantimpres sebagai bagian dari dinamika konsolidasi politik pemerintahan.

Menurut dia, kehadiran berbagai latar belakang tokoh, mulai dari pakar, pengamat hingga tokoh agama, dapat dibaca sebagai upaya memperluas dukungan sekaligus memperkuat pemerintahan.

“Kegiatan tersebut dapat dikategorikan konsolidasi politik terutama menghadirkan pakar, pengamat dan tokoh agama untuk penguatan pemerintahan,” tandasnya.

Sebelumnya, Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno akan menempati posisi Ketua Wantimpres. Sementara mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *