Jadi Pembahasan Sejak Tahun Lalu Soal Suket Gibran, Refly Harun Akui Denny Indryana Hebat

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Dosen sekaligus Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengungkap hal menarik soal isu gugatan yang dihadapi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Lewat unggahan di Channal YouTube pribadinya, Refly Harun mengungkap soal pergerakan atau langkah cepat yang diambil oleh Denny Indrayana.
Ia menyebut Denny Indrayana ini sebenarnya terlamba tahu soal Surat Keterangan (Suket). hanya saja, keterlambatannya itu ditutupi dengan pergerakan cepatnya.
Padahal, soal ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran sama sekali tidak muncul ke permukaan pada tahun 2024 lalu.
“Jadi, gini Denny ini terlambat tahu tapi cepat maju. jadi, soal ijazah Gibran ini tidak mengemuka ketika sengketa Pilpres 2024,” kata Refly Harun.
Lebih jauh, soal suket dan ijazah ini ia mengatakan ini baru hangat dan muncul ke permukaan publik selama setahun belakangan.
Padahal Refly mengungkap dirinya sudah tahu menahu soal suket dan ijazah Wapres Gibran ini sejak tahun lalu.
“Baru mengemuka kira-kira setelah satu tahun setelahnya,” paparnya.
“Dan kita sudah tahu sejak tahun lalu bahwa Gibran itu tidak memiliki sertifikat ijazah atau diploma setingnkat SLTA,” sebutnya.
Akui Hebatnya Denny Indrayana
Refly Harun pun mengakui bahwa inilah kehebatan yang dimiliki oleh Pakar Hukum Denny Indrayana dalam kasus yang dihadapi ini.
Menurutnya Denny, bisa bergerak cepat untuk mengusulkan pemakzulan terhadap Gibran Rakabuming Raka lewat gugatannya itu.
“Itulah hebatnya, Denny karena kita menganggap bahwa jalan yang bisa kita usulkan adalah Impectmen atau pemakzulan atau pemberhentian Wakil Presiden,” jelasnya.
Sebenarnya ungkap Refly, hal ini sudah mereka suarakan pada saat masa tenggang sebelum pelantikan pada Maret-Oktober saat berlangsungnya sengketa Pemilu.
“Kita sudah suarakan ini kemana-mana termasuk Dewan Perwakilan Daerah bahkan ketika sebelum Gibran dilantik, jadi kira-kira baru Maret sengketa Pemilu baru dilantik Oktober,” paparnya.
“Nah, antara Maret sampai Oktober baru ketahuan ada fenomena ini,” sambungnya.
Hanya saja pada saat itu, diakuinya hal ini tidak terlalu disorot karena yang jadi pembahasan panas adalah permasalahan fufufafa.
“kita permasalahkan sesungguhnya. tapi yang menonjol pada saat itu fufufafa bukan suket ini,” tutupnya.
(Erfyansyah/fajar)
Source link
