News

Jokowi Santai soal Ambang Batas 5 hingga 7 Persen: Mau 5 Oke, 6 Oke, 7 Oke



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Wacana menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 hingga 7 persen mendapat tanggapan dari Presiden ke-7 RI Jokowi.

Alih-alih mempermasalahkan besaran angka yang nantinya ditetapkan, Jokowi menyerahkan keputusan tersebut kepada DPR dan pemerintah.

Ia menegaskan, berapa pun angka threshold yang diputuskan pada akhirnya harus menjadi pilihan terbaik bagi negara.

“Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke,” ujar Jokowi kepada awak media di Solo, Kamis (24/9/2026).

Jokowi Serahkan Keputusan ke DPR dan Pemerintah

Jokowi mengatakan bahwa dirinya tidak mempersoalkan angka ambang batas parlemen yang nantinya dipilih.

“Serahkan sajalah ke DPR, ke fraksi-fraksi yang ada di DPR, kepada pemerintah. Nanti kan yang memutuskan beliau-beliau. Saya kira berapa pun baik, yang terbaik untuk negara ini,” terangnya.

Di tengah kemungkinan perubahan ambang batas tersebut, Jokowi juga menyinggung peluang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menembus parlemen pada Pemilu 2029.

Jokowi mengakui PSI saat ini masih berstatus sebagai partai nonparlemen. Namun, ia menyatakan tetap optimistis partai tersebut dapat lolos ke Senayan.

“Ya PSI ini kan masih non-parlemen. Jadi yang paling penting ya semuanya bekerja keras. Iya optimis, optimis, optimis,” kuncinya.

Sebelumnya, Juru Bicara PSI, Kamaruddin, menilai hasil survei tersebut merupakan hal yang biasa dalam dinamika politik.

Kamaruddin menegaskan, setiap lembaga survei memiliki metode masing-masing sehingga hasil yang diperoleh dapat berbeda.

“Itu hal yang biasa, Semua lembagai Survey mempunyai metode masing-masing dan tentun juga hasilnya akan berbeda-beda,” ujar Kamaruddin kepada fajar.co.id, Kamis (24/9/2026).

Hasil Survei Hanya Potret Saat Ini

Kamaruddin mengatakan hasil survei tidak dapat dijadikan patokan mutlak untuk menggambarkan hasil Pemilu 2029.

Baginya, survei hanya merekam kondisi elektabilitas pada saat penelitian dilakukan. Sementara dinamika politik masih dapat berubah hingga hari pemungutan suara.

“Hasil survey juga mengambarkan kondisi saat waktu dilakukan Survey, belum tentu nantinya ketika hari H Pemilu hasilnya sama ketika waktu survey dilakukan,” ucap Kamaruddin.

Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah partai politik yang kini memiliki kursi di parlemen pernah mencatat angka elektabilitas yang relatif rendah dalam survei.

“Sebagian besar Partai-partai yang berada di Parlemen saat ini, ketika di survey tempo lalu juga diangka 2, sekian persen, itu hal yang wajar,” tukasnya.

PSI Tetap Optimistis Hadapi Pemilu 2029



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *