Denny Indrayana Diteriaki ‘Maling’ oleh Gibranisti, 2 SKCK Jadi Bantahan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik soal syarat pendidikan dan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memanas. Kali ini, perdebatan menyasar rekam jejak Denny Indrayana.
Ketua Dewan Pembina Gibranisti, Bang Kendi, menyerang Denny Indrayana yang tengah mempersoalkan syarat pendidikan dan ijazah Gibran.
Serangan tersebut disampaikan setelah kelompok pendukung Gibran itu bertemu dan berdiskusi dengan Presiden ke-7 RI Jokowi di Solo.
Bang Kendi mengatakan Gibranisti sengaja hadir di tengah polemik tersebut untuk menyampaikan pandangan sekaligus memberikan perspektif berbeda terhadap isu yang berkembang di ruang publik.
Gibranisti Ambil Bagian pada Polemik Ijazah
Bang Kendi menjelaskan, Gibranisti merupakan kelompok anak muda yang ingin ikut mengambil bagian dalam dinamika politik dan isu publik yang berkaitan dengan Gibran.
Ia menyebut keberadaan kelompok tersebut salah satunya dimaksudkan untuk memberikan perimbangan terhadap berbagai informasi dan kritik yang beredar.
“Kita baru saja selesai diskusi dengan Pak Jokowi. Prinsipnya adalah Gibran Isti ini adalah sekelompok anak muda yang memang sangat berharap untuk setidak-tidaknya kehadiran Gibranisti itu bisa bikin perimbangan terkait isu yang terjadi di luar sana,” ujar Bang Kendi, dikutip fajar.co.id, Rabu (23/9/2026).
Dari pertemuan tersebut, Bang Kendi kemudian membawa pembahasan pada isu pemberantasan korupsi.
Ia mempertanyakan bagaimana publik dapat mendorong pemberantasan korupsi secara serius apabila orang yang disebutnya pernah tersangkut perkara korupsi masih memperoleh ruang untuk berbicara di tengah masyarakat.
“Bagaimana mungkin masyarakat Pati bisa berharap pengentasan dalam konteks para koruptor ini diberi hukuman seberat mungkin,” tukasnya.
Bang Kendi Ungkit Gerakan Antikorupsi
Bang Kendi juga menyinggung kelompok masyarakat yang selama ini mendorong agar perkara korupsi diproses secara hukum serta para pelakunya mendapatkan hukuman berat.
“Bagaimana mungkin kemudian Tio dan kawan-kawan yang mengatasnamakan masyarakat, berjuang untuk agar kemudian para koruptor ini diadili bahkan dihukum mati misalnya,” jelasnya.
Lanjut Bang Kendi, terdapat kontradiksi apabila pemberantasan korupsi terus digaungkan, sementara orang yang ditudingnya memiliki persoalan hukum justru tetap mendapatkan ruang di media dan ruang publik.
“Bagaimana mungkin harapan perampasan aset bisa terrealisasi di tengah orang seperti Denny Indrayana yang seorang koruptor justru diberi panggung untuk bicara setiap hari,” imbuhnya.
Gibranisti: Kritik terhadap Gibran Tetap Dipersilakan
Source link
