Sudaryono soal Presiden Prabowo Banyak Dikritik di Media Sosial: Mungkin 60 Persen Lebih Itu Isinya Bukan Orang

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono membuat pernyataan menarik terkait banyaknya kritikan yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto di media sosial (medsos).
Hal tersebut disampaikan pada Rakorda Partai Gerindra Jateng. Sudaryono awalnya menegaskan bawa apa yang telah dilakukan presiden, terutama terkait dengan program-programnya sudah benar.
Hanya saja kata dia, banyak oligarki dan koruptor yang mengendalikan robot di media sosial sehingga kritikan tersebut banyak tertuju kepada presiden.
“Dan semua robot-robot itu, itu semua dikendalikan oleh oligarki, koruptor-koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo itu kemudian terus bisa memimpin bangsa ini,” tandas Sudaryono.
Karena itu, dia menegaskan kader Gerindra tidak boleh diam melihat hal tersebut. “Kita tidak boleh diam, setuju apa tidak?” tandas Sudaryono kepada semua peserta rakor.
Dia menyebut, saat ini ada fenomena dimana rakyat Indonesia membahas banyak topik, dan topik tersebut paling besar dibahas di media sosial.
Hal itu menurut dia menjadi tantangan apalagi topik yang dibahas tersebut adalah topik negatif terhadap pemerintah. Sudaryono mengaku tidak masalah jika seseorang memiliki akun media sosial kemudian memposting konten.
“Jadi misalnya seseorang punya akun di Medsos, kemudian dia ngetik-ngetik, dia nulis, dia bikin video, dia bikin macam-macam, bikin konten dan lain sebagainya. Fine, itu oke,” sebutnya.
Hanya saja, dia menilai bahwa penghuni atau akun media sosial terutama yang banyak membuat narasi negatif lebih banyak bukan orang, tapi akun robot.
“Namun sekarang ini, mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang. sehingga apa yang rame di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang. Hari ini yang namanya robot, akun palsu ini, itu kemudian menguasai topik yang ingin mereka naikkan,” ungkap Sudaryono dikutip dari video Mas Dar yang diunggah @MurtadhaOne1.
Karenanya, dia menyebut akun media sosial yang selama ini terlihat menghujat Presiden Prabowo sebagian besar bukan akun asli, namun robot.
“Jadi Pak Prabowo dihujat itu, yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena ramai dia ikut menghujat,” sebutnya.
Karena itu, dia mengajak kader Gerindra untuk tidak kalah dengan akun robot tersebtut. Apalagi akun robot tersebut memang dikenalikan oleh oligarki dan koruptor.
“Kita harus tegakkan kepala, busungkan dada, kita melayani Pak Prabowo. Pak Prabowo tidak takut sama siapapun, tidak takut sama asing, tidak takut sama oligarki. kita mulai revolusi, kita mulai perubahan, kita mulai lawan itu hak asasi robot itu dari Jawa Tengah,” tandasnya. (fajar)
Source link
