Forbes Advisor: Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Paling Lemah di Dunia per Mei 2026

PORTALUTAMA.NET — Forbes Advisor merilis daftar mata uang paling lemah di dunia per Mei 2026 berdasarkan nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Dalam laporan tersebut, rupiah Indonesia turut masuk dalam jajaran mata uang dengan nilai tukar terendah.
Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah unit mata uang yang dibutuhkan untuk memperoleh 1 USD. Semakin besar nominal yang diperlukan, semakin rendah nilai mata uang tersebut terhadap dolar AS.
Kondisi ini umumnya dipengaruhi berbagai faktor, seperti inflasi tinggi, krisis ekonomi, ketidakstabilan politik, hingga tekanan geopolitik global.
Posisi pertama ditempati Iranian Rial atau rial Iran. Mata uang tersebut mengalami tekanan berat akibat sanksi ekonomi internasional dan konflik geopolitik yang berkepanjangan.
Menurut Forbes Advisor, 1 USD setara dengan lebih dari 1,3 juta rial Iran, menjadikannya mata uang terlemah di dunia saat ini.
Di posisi kedua terdapat Lebanese Pound atau pound Lebanon. Krisis ekonomi berkepanjangan serta runtuhnya sektor perbankan membuat nilai tukarnya terus melemah drastis.
Untuk mendapatkan 1 USD, dibutuhkan puluhan ribu pound Lebanon. Tingginya inflasi juga memperparah kondisi ekonomi negara tersebut.
Vietnamese Dong atau dong Vietnam berada di posisi berikutnya dengan nilai tukar lebih dari 26 ribu dong per dolar AS. Perlambatan ekspor dan pengaruh suku bunga global disebut menjadi faktor utama.
Laotian Kip dari Laos juga masuk dalam daftar akibat tekanan utang luar negeri dan lonjakan inflasi.
Sementara itu, rupiah Indonesia tercatat berada di kisaran Rp17.420 per dolar AS. Forbes Advisor menilai inflasi serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi turut memengaruhi stabilitas rupiah.
Selain rupiah, mata uang lain yang masuk daftar yakni Uzbekistan Som, Guinean Franc, Burundian Franc, Malagasy Ariary, dan Paraguayan Guarani.
Berikut daftar mata uang paling lemah di dunia per Mei 2026 versi Forbes Advisor:
- Iranian Rial (IRR)
- 1 USD ≈ 1.315.000 rial
- Nilai per 1 IRR ≈ US$0,000001
- Dipengaruhi sanksi ekonomi dan konflik geopolitik.
- Lebanese Pound (LBP)
- 1 USD ≈ 89.432 pound Lebanon
- Krisis ekonomi dan sektor perbankan menekan nilainya.
- Vietnamese Dong (VND)
- 1 USD ≈ 26.319 dong
- Terpengaruh perlambatan ekspor dan suku bunga global.
- Laotian Kip (LAK)
- 1 USD ≈ 21.971 kip
- Tekanan berasal dari utang luar negeri dan inflasi.
- Indonesian Rupiah (IDR)
- 1 USD ≈ 17.420 rupiah
- Dipengaruhi inflasi dan kekhawatiran perlambatan ekonomi.
- Uzbekistan Som (UZS)
- 1 USD ≈ 11.999 som
- Menghadapi tantangan inflasi dan pengangguran.
- Guinean Franc (GNF)
- 1 USD ≈ 8.777 franc Guinea
- Dipengaruhi instabilitas politik dan ekonomi.
- Burundian Franc (BIF)
- 1 USD ≈ 2.983 franc Burundi
- Ekonomi bergantung pada ekspor kopi dan teh.
- Malagasy Ariary (MGA)
- 1 USD ≈ 4.162 ariary
- Dipengaruhi kondisi ekonomi domestik.
- Paraguayan Guarani (PYG)
- 1 USD ≈ 6.218 guarani
- Tertekan inflasi dan persoalan ekonomi internal.
(Arya/Fajar)
Source link
