Natalius Pigai Unggahan Soal Buzzer dan Hatter, Disorot dan Diungkit Soal Kasus HAM yang Harus jadi Perhatian

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Sorotan saat ini ramai ditujukan ke Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai karena unggahannya di media sosial.
Lewat salah satu cuitan di akun media sosial X pribadinya, Natalius Pigai mengunggah satu hal yang jadi bahan pembicaraan.
Ia diketahui mengunggah video editan dari salah satu netizen yang disebutnya sebagai buzzer atau hattersnya.
Dalam unggahan tersebut, terlihat beberapa foto Nataliusi Pigai yang sudah edit bersama buzzer atau hattersnya itu yang diketahui merupakan seorang wanita.
Pigai mengaku, ia kerap mendapatkan penghinaan sampai perlakuan rasis yang justru jadi tonton netizen di media sosial.
Namun, Menteri HAM itu coba mengambil sisi positifnya. Dengan menyebut buzzer atau hattersnya ini justru merupakan orang yang peduli dengannya.
“@Asyifashera buzzer dan hatter ( penghina dan pembenci) yang selalu serang bahkan rasis ke saya. Ketika dia hina saya viewsnya cuma ratusan ribu. Tetapi dia berubah menjadi cinta ke saya viewsnya langsung 6,5 juta orang hanya 2 hari. ARTINYA? Pendukung dan Pencinta Natalius Pigai di Indonesia itu berjuta2 orang. Buzer dan komentar negatif hanya ratusan orang2 tidak berguna.
“Buser adalah lovers yang tertunda”.
NB Photo ini palsu dibuat oleh buzer assyfa sendiri. Saya juga tdk kenal👌,” tulis Natalius Pigai dikutip Minggu (20/9).
Unggahannya Disorot
Jurnalis Ainur Rohman kemudian jadi salah satu pihak yang memberikan sorotan terkait unggahan dari Menteri HAM ini.
Lewat salah satu cuitan di akun media sosial X pribadinya, Ainur Rohman menyebut beberapa permasalahan HAM yang sampai saat ini masih jadi pertanyaan.
Mulai dari kasus aktivis yang disiram air keras, kemudian ada warga sipil yang dibunuh di Papua, lalu Persoalan kekerasan kepada jurnalis dan beberapa lain
Yang disorotnya ke Natalius Pigai, karena bukan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan HAM ini, ia justru mengunggah hal tersebur.
“*Aktivis disiram air keras.
*Warga sipil masih terus dibunuh di Papua.
*Ada dugaan kelalaian dalam tenggelamnya kapal KMP Virgo.
*Persoalan kekerasan kpd jurnalis nggak selesai2.
*Angka kematian di pengungsian akibat gempa NTT tembus 94 orang, hampir dua kali lipat dr gempa itu sendri.
*Dll, dll.,” tulis Ainur Rohman.
Menurutnya unggahan dari Pigai diluar kurang tepat mengingat posisinya sebagai Menteri.
Ia pun mempertanyakan Natalius Pigai yang menduduki posisi sebagai Menteri HAM ini apakah serius atau tidak di posisinya itu.
Source link
