Presiden Prabowo Lontarkan Kata Goblok, Islah Bahrawi: Mengoblokkan orang Pintar yang Kritis dan Memuji para Penjilat

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Aktivis, pengamat sosial-politik, dan tokoh Nahdliyin, Islah Bahrawi kembali menyorot ke Presiden Prabowo Subianto.
Sorotannya itu terkait pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Prabowo di Plenary Hall JICC, Senayan, Jakarta, Jumat 18 September 2026 malam lalu.
Prabowo menyinggung sejumlah pakar yang ditudingnya melontarkan fitnah terhadap pemerintah.
“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pinternya, saking pinternya jadi goblok,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Diketahui, pernyataan tersebut dilontarkannya untuk menyinggung pihak-pihak yang memberikan kritik terhadap program pemerintah.
Ia menyebut terdapat sejumlah pakar yang merasa memiliki keahlian dan memberikan penilaian terhadap kebijakan pemerintah.
Islah Bahrawi Beri Sorotan
Karena pernyatab dari Presiden Prabowo itu, Islah Bahrawi lewat salah satu cuitan di akun media sosial X pribadinya menyampaikan sorotannya.
Ia menyinggung soal diktator yang selalu menggoblok-goblokkan orang pintar yang justru menunjukkan pikiran-pikiran kritis.
Sementara itu, ia menyebut pujian justru diberikan ke orang bodoh yang pura-pura pintar tapi menjilat
“Seorang diktator akan selalu menggoblok-goblokkan orang pintar yang kritis dan memuji orang bodoh yang pura-pura pintar tapi menjilat,” tulis Islah Bahrawi dikutip Minggu (20/9).
Tuai Kritikan di Media Sosial
Pernyataan tersebut memicu reaksi luas di media sosial. Salah satu unggahan yang viral itu tampak pada akun Instagram @latifinabaswedan yang mengutip pernyataan Prabowo tersebut.
Dalam keterangan unggahannya, Latifina menyayangkan pernyataan kasar tersebut dilontarkan seorang presiden.
“Sangat disayangkan bahwa pernyataan seperti ini keluar dari seorang pemimpin negara. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,” kata Latifina dikutip fajar.co.id, Sabtu (19/9/2026)
Yang mengecewakan, lanjut peraih sertifikat BNSP di bidang public speaking ini, tidak hanya soal pemilihan katanya, tetapi pesan yang bisa lahir dari statement tersebut.
“Bahwa seolah kepakaran pantas untuk diremehkan ketika pandangan para ahli tidak sejalan dengan kekuasaan,” ujar Latifina Baswedan.
(Erfyansyah/fajar)
Source link
