Eks Ketua BEM Unpad Soroti Pernyataan Prabowo soal Pakar “Goblok”: Gua Menyesal Kuliah Lama-lama

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sejumlah pakar “saking pinternya jadi goblok” menuai respons dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Padjadjaran (BEM Unpad) Virdian Aurellio H.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Virdian mengaku menyesal pernah menempuh pendidikan di Unpad. Ia mengaitkan pernyataannya dengan ucapan Prabowo yang disampaikan dalam acara puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
“Sebagai ilmu pemerintahan Unpad, gua menyatakan gua menyesal kuliah lama-lama dan juga mahal-mahal di Unpad karena akhirnya pakar di Negeri ini dianggap goblok teman-teman,” kata Virdian dalam unggahannya.
Virdian kemudian mengaitkan situasi tersebut dengan buku The Death of Expertise karya Tom Nichols yang membahas persoalan menurunnya penghargaan terhadap keahlian dalam ruang publik dan pengambilan kebijakan.
Menurut Virdian, perumusan kebijakan publik semestinya tetap mempertimbangkan pandangan ahli dan berbasis pada pengetahuan, data, serta kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Dan ini persis buku “The Death of Expertise” yang bilang suatu negara bisa lama-lama hancur karena diskursus kebijakan publiknya bukan dari ahli atau pakar,” tuturnya.
Virdian kemudian menyoroti apa yang ia sebut sebagai kebijakan berbasis “wangsit” atau pernyataan politik tanpa landasan kajian yang memadai.
“Tapi datang dari wangsit based policy datang dari saya dapat laporan, datang dari pidato based policy,” sebutnya.
“itu tidak ada sama sekali dalam mata kuliahku dulu dalam ilmu Pemerintahan,” lanjutnya.
Ia kembali menyinggung biaya dan waktu yang telah dikeluarkannya selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Jadi gua agaknya nyesel, kuliah mahal-mahal tapi nggak dianggap gitu,” pungkasnya.
Pernyataan Prabowo soal Pakar
Prabowo menyampaikan pernyataan mengenai pakar saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Plenary Hall JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo awalnya menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia kemudian menyinggung sejumlah pihak yang disebutnya sebagai pakar dan dinilai melontarkan fitnah terhadap pemerintah.
“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pinternya, saking pinternya jadi goblok,” kata Prabowo.
Prabowo juga menekankan pentingnya kejujuran intelektual bagi seseorang yang memiliki kepakaran. Ia menyatakan seorang cendekiawan seharusnya tetap menjunjung kejujuran ketika menyampaikan pandangan.
Source link
