UAS Bilang Pemimpin yang Tidak Memberikan Hak Rakyat Disebut Pengkhianat Kemerdekaan, Singgung Siapa?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk mengajak masyarakat kembali merenungkan makna kemerdekaan.
Dalam refleksinya, UAS tidak hanya berbicara tentang rasa syukur atas kemerdekaan, tetapi juga mengingatkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa dalam menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Ia menyinggung berbagai persoalan, mulai dari perjudian, korupsi anggaran negara, pelayanan publik, pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga persatuan masyarakat.
Kemerdekaan Tidak Cukup Dirayakan
UAS mengajak masyarakat mensyukuri kemerdekaan melalui kegiatan keagamaan dan doa.
Baginya, kemerdekaan harus diisi dengan tindakan yang mencerminkan rasa syukur sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Orang-orang yang mengkhianati kemerdekaan dengan judi. Mereka adalah pengkhianat kebangsaan,” ujar UAS dikutip fajar.co.id, Senin (17/8/2026).
Bukan hanya itu, UAS juga mengaitkan kehidupan berbangsa dengan sila-sila dalam Pancasila.
Ia menekankan pentingnya nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai salah satu fondasi kehidupan bernegara.
“Ketuhanan yang Maha Esa. Tidak ada tempat bagi orang ateis yang tidak bertuhan di negeri ini,” ucapnya.
UAS kemudian menyampaikan pandangannya mengenai posisi orang yang tidak percaya kepada Tuhan dalam kehidupan berbangsa di Indonesia.
“Yang tidak percaya kepada Tuhan silahkan ke luar dari negeri ini. Karena sila pertama ketuhanan yang maha esa,” tukasnya.
Korupsi APBN dan APBD
UAS juga menaruh perhatiannya pada praktik korupsi yang berkaitan dengan anggaran negara dan daerah.
Kata dia, tindakan mengambil APBN maupun APBD tidak hanya persoalan hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai kemanusiaan.
“Orang-orang yang memakan APBN, APBD, mereka tidak punya kemanusiaan. Mereka tidak mengamalkan kemanusiaan yang adil dan beradab,” UAS menuturkan.
“Bangsa ini tidak minta banyak, hanya minta haknya apapun agamanya, hak dia sebagai masyarakat, dia minta kalau dia pergi berjalan, jalannya bagus, kalau dia sakit ke rumah sakit syukur-syukur bisa gratis, kalau tidak murahkan biaya kesehatan,” tambahnya.
Selain kesehatan, UAS menilai masyarakat juga membutuhkan akses pendidikan yang terjangkau serta kesempatan memperoleh pekerjaan.
Ia menegaskan, negara memiliki tanggung jawab agar anak-anak bangsa dapat memperoleh pendidikan dan kemudian memiliki kesempatan bekerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kalau anaknya sekolah subsidi pendidikan kalau tidak bisa gratis murahkan buat beasiswa, kalau sudah sekolah mau kerja buka lapangan pekerjaan, kalau dia mau makan makanannya murah,” tegasnya.
Source link
