Gas Melon Langka di Sejumlah Daerah, Pemerintah Uji Coba CNG 3 Kg

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) atau yang dikenal dengan sebutan gas melon subsidi mulai langka di sejumlah daerah, termasuk di Sulawesi Selatan.
Sejumlah kios penyalur tidak memiliki stok. Bahkan, beberapa pangkalan resmi Pertamina juga dilaporkan mengalami kekosongan.
Kondisi tersebut mulai dikeluhkan warga. Salah satunya mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aram.
Aram mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg setelah tabung gas di rumahnya habis pada Kamis (10/9/2026).
Dia bahkan harus berkeliling mencari LPG ke lebih dari 10 kios di kawasan Antang, Makassar.
“Keliling lebih 10 kios di sepanjang jalan Antang, tidak ada saya dapat,” kata Aram kepada PORTALUTAMA.NET, Jumat (11/9/2026).
Tak hanya kios, Aram juga mendatangi salah satu pangkalan resmi Pertamina di kawasan Antang. Namun, LPG 3 kg juga tidak tersedia.
“Dari jam 10 pagi cari kemarin. Sampai siang tidak ada kudapat,” ujarnya.
Harapan mendapatkan gas baru muncul saat Aram pulang dari kampus pada sore hari. Dia melihat sebuah truk yang sedang mengangkut tabung LPG dan kemudian mengikutinya hingga ke pangkalan.
“Langsung buru-buru pulang ambil tabung. Kebetulan itu pangkalan tidak terlalu jauh dari rumah,” tuturnya.
Setibanya di pangkalan, Aram harus terlebih dahulu melakukan pendataan sebelum bisa membeli LPG 3 kg.
Dia diminta menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkan akses pembelian.
“Didaftarkan dulu. Tidak tahu daftar apa. Tapi dia minta KTP,” katanya.
LPG Gas Melon Diganti CNG
Kelangkaan LPG 3 kg ini terjadi di tengah rencana pemerintah melakukan transisi dari LPG ke Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg yang dikemas dalam tabung CNG Merah Putih.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, uji coba CNG bakal dilakukan selama satu bulan untuk mengevaluasi kinerja tabung.
“CNG sedang kita lakukan uji coba dalam waktu satu bulan ini karena uji coba tersebut sudah masuk kepada tahapan pengguna secara langsung,” kata Laode kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan uji ketahanan terhadap tabung CNG.
“Kalau kemarin kan kita masih uji ketahanan tabung dan lain-lain. Sekarang kita sedang siapkan digunakan dan dievaluasi selama satu bulan,” ujarnya.
Evaluasi tersebut ditargetkan selesai pada September 2026. Setelah itu, pemerintah akan menghitung jumlah konversi dari LPG ke CNG.
“Yang penting sekarang dari hasil uji coba ini nanti akan ditingkatkan lagi ke uji coba tingkat level masyarakat seperti sudah diumumkan oleh Pak Menteri kemarin kan nanti akan ada kota-kota percontohan,” imbuhnya.
Source link
