News

Penjelasan Ade Armando Soal Gibran yang Sempat Pertimbangkan Selesaikan Tugas Walikota Solo Sebelum jadi Wapres



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando mengungkap hal menarik soal Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Ade Armando mengungkap awalnya Gibran justru tidak terlalu ingin maju sebagai kandidat Wakil Presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu.

Alasan Gibran tidak terlalu ingin maju sebagai kandidat Wapres disebut Ade karena ingin lebih dulu menyelesaikan tugasnya sebagai Walikota Solo.

Ini disebut Ade dilakukan Gibran lebih dulu sebelum melanjutkan kariernya ke dunia politik yang jenjang berikutnya. Termasuk maju sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Hanya saja, setelah berkembangnya suasan dan waktu Gibran disebut akhirnya bersedia mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon Wakil Presiden.

Gibran disebut akhirnya menerima pinangan ini setelah diminta beberapa kali untuk maju dengan permintaan tersebut disampaikan Prabowo melalui Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Dengan hormat saya sepenuhnya kepada semua pihak, Anda pernah dengar kan cerita bahwa dan ini yang menyampaikan orang-orang Prabowo sendiri,” kata Ade Armando di acara Bola Liar dikutip Senin (26/10).

“sebetulnya ketika itu sudah empat kali Mas Gibran diminta oleh Prabowo melalui Pak Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden,” ungkapnya.

Ade Armando kemudian mengungkap Gibran akhirnya bersedia setelah kembali diminta untuk membantu Prabowo.

“Karena itulah untuk kelima kalinya ketika itu dikatakan tolonglah kalau begitu bantulah ini Pak Prabowo kata Pak Jokowi,” ujar Ade.

Jimly Asshiddiqie Ungkap Hal yang Senada 

Sementara itu, Guru Besar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie mengungkal hal yang senada dengan Ade Armando soal peran Prabowo dalam pencalonan Gibran

Jimly menyatakan Prabowo merupakan pihak yang meminta dan memilih Gibran untuk mendampinginya dalam Pilpres 2024. 

Ia mengungkap hubungan politik antara presiden dan wakil presiden perlu menjadi pertimbangan ketika publik membicarakan kemungkinan pergantian kepemimpinan di tengah masa jabatan.

“Waktu pencalonan, dia sendiri yang minta. Kepada bapaknya dan kepada Gibran sendiri. Mungkin bisa dikatakan calon yang saya pilih. Saya katakan di sini ya, saya yang pilih, saya yang minta, saya yang memilih,” kata Jimly di Podcast Total Politik.

Ia menyebut menempatkan pencalonan Gibran dalam konteks hubungan politik antara Prabowo dan Jokowi. 

Gibran bukan sekadar figur yang muncul dalam bursa calon wakil presiden, melainkan sosok yang, menurut penuturan Jimly, dipilih langsung oleh Prabowo.

Atas dasar itu, Jimly menilai sulit membayangkan Prabowo mengambil langkah untuk memberhentikan wakil presiden yang sebelumnya ia pilih sendiri.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *