Jelang Putusan MK, Reza Sudrajat Kembali Kritik MBG: Kami Sudah Muak

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Guru honorer Reza Sudrajat kembali menyuarakan kritiknya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kali ini, Reza menyinggung gugatan yang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pendanaan program tersebut.
Ia mengatakan pihaknya saat ini tinggal menunggu putusan akhir yang dijadwalkan akan dibacakan pada Juli mendatang.
Menanti Putusan Mahkamah Konstitusi
Reza mengungkapkan bahwa proses persidangan telah memasuki tahap akhir.
Ia berharap majelis hakim mengabulkan permohonan yang diajukan, terutama terkait sumber pendanaan program MBG.
“Beberapa hari lagi kami akan melaksanakan sidang terakhir dan rencananya pada bulan Juli hakim MK akan memberikan putusan soal gugatan kami,” ujar Reza, dikutip fajar.co.id, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, program MBG sebaiknya tidak lagi dibebankan pada anggaran pendidikan.
“Kami berharap MBG ini dikeluarkan dari anggaran pendidikan (kalau perlu dihentikan) dan pemerintah menerapkan skema APBN Perubahan,” ucapnya.
Dalam pandangannya, pelaksanaan MBG telah menimbulkan sejumlah persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk berkaitan dengan sistem kepegawaian guru.
Ia menilai sejak program tersebut berjalan, berbagai masalah baru bermunculan dan berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar.
“Semenjak MBG ini bergulir, sistem kepegawaian guru makin kacau,” tukasnya.
Reza juga menyinggung berkurangnya waktu pembelajaran yang menurutnya dipengaruhi oleh pelaksanaan program tersebut.
“Pembelajaran pun terpotong akibat MBG, belum lagi kasus siswa keracunan dan beban kerja guru yang makin bertambah. Kami sudah muak,” terangnya.
Singgung Dugaan Pembungkaman Kritik
Selain persoalan teknis di sekolah, Reza mengaku prihatin terhadap apa yang disebutnya sebagai pembungkaman terhadap pelajar, mahasiswa, maupun guru yang menyampaikan kritik terhadap program MBG.
Kata dia, tidak sedikit pihak yang memilih diam karena khawatir menyuarakan pendapat secara terbuka.
“Belum lagi pembungkaman terhadap pelajar dan mahasiswa kami atas MBG, hingga guru-guru kami yang takut bersuara akan bobroknya proyek korup MBG ini,” jelasnya.
Ia juga menyebut sejumlah nama yang menurutnya menjadi contoh pihak-pihak yang mengalami tekanan karena bersikap kritis.
“Kami sedih mendengar Tyo, Rafif, Rafi, dan cerita-cerita pembungkaman terhadap mereka yang kritis atas program korup MBG ini. Kami sudah muak,” sesalnya.
Lebih lanjut, Reza mengaku kekecewaannya terhadap program tersebut sudah berada pada titik yang sangat tinggi.
Source link
