News

Purbaya Sebut Danantara Protes Sebagian Keuntungan Rp120 Triliun Masuk APBN: Perintah Presiden!



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sempat memprotes rencana pemerintah untuk menarik sebagian keuntungannya sebesar Rp120 triliun ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya menegaskan, penarikan dana tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah melalui pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kami akan masukin ke PNBP, walaupun mereka (Danantara) masih protes. Tetapi perintah Bapak Presiden, sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah,” kata Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Menkeu mengaku tidak mengetahui rincian sumber dana Rp120 triliun tersebut. Menurutnya, komitmen angka itu disampaikan langsung oleh CEO Danantara Rosan Roeslani kepada Presiden.

“Saya enggak tahu, yang janji kan Pak Rosan ke Bapak Presiden. Saya terima aja, kan enak,” ujar Purbaya.

Untuk diketahui, skema ini berkaitan dengan mekanisme penyetoran keuntungan BUMN ke kas negara. Sebelum adanya revisi UU BUMN pada 2025, dividen BUMN masuk ke APBN sebagai PNBP melalui pos Kekayaan Negara Dipisahkan (KND).

Tambahan Rp120 triliun dari Danantara ini sendiri belum tercantum dalam outlook APBN 2026.

Sejauh ini, pemerintah memproyeksikan PNBP tahun 2026 mencapai Rp575,1 triliun, melampaui target awal APBN sebesar Rp459,2 triliun.

Purbaya menilai, suntikan dana dari Danantara sangat krusial untuk menjaga stabilitas ruang fiskal. Sebab, outlook defisit APBN 2026 sebelum menghitung tambahan Rp120 triliun diproyeksikan mekar hingga Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB.

“Jadi, kita aman, ruang fiskal tetap terjaga,” pungkasnya. (elva/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *