Kritik Putra Mahkota MBS, Amien Rais Minta Maaf dan Take Down Video

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais, akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataan kontroversial yang menyebut Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS) sebagai sosok Abu Jahal abad 21.
Permintaan maaf itu disampaikan Amien Rais melalui video yang diunggah di kanal YouTube-nya.
“Saudaraku sebangsa dan setanah air, jadi ini video saya, yang mungkin paling singkat ya, mungkin sekitar 1 menit saja ya,” kata Amien Rais.
Dia mengaku mendapat catatan dari sejumlah teman-teman Hanafi Rais, anak sulungnya.
“Bunyinya, alhamdulillah kami dan beberapa sahabat sudah komunikasi dengan Mas Hanafi Rais menyampaikan kegelisahan atas video Prof. Amien dan meminta agar di-take down saja sebelum membesar dampaknya,” ungkap Amien Rais.
Dia lantas menyebut, sebagai manusia biasa maḥallu al-khaṭā’ wa an-nisyān tempat salah dan lupa. “Dan ini 3 menit setelah ini, saya akan perintahkan tim media saya untuk segera men-take down ya. Dan saya sungguh minta maaf ternyata kemauan saya yang saya anggap bagus, karena terus tahu kita harus bicara jujur, tapi ternyata dampaknya malah negatif ya,” kata Amien Rais.
“Karena itu sekali lagi saya minta maaf kepada teman-teman para syekh, para pimpinan Kerajaan Saudi ya. Mudah-mudahan Kerajaan Saudi tetap dalam naungan Allah, dapat hidayah ya, tidak melenceng dari tugas pokok sebagai khadimul haramain yang melayani kedua kota suci yaitu Makkah Al-Mukarramah dan Masjid Nabawi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” kata Amien Rais.
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Amien Rais, memberikan kritik tajam kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS).
Putra Mahkota yang menjabat sejak 2015 tersebut dinilai sebagai Putra Mahkota Saudi yang paling jahat di antara sesama raja Saudi.
“Nah, MBS ini saya berani sebut sebagai Abu Jahal abad 21. Tidak ada sedikit pun tanda-tanda keislaman dan keimanan dalam perilakunya,” kata Amien Rais.
Dia mengungkap, menurut Amnesty Internasional, manusia bengis bernama MBS ini menginjak-injak hak asasi manusia (HAM) secara ekstrem. Hal itu sama sekali tidak mencerminkan perilaku seorang pangeran dari Mamlakah As-Saudiyah yang menaungi Makkah dan Madinah.
“Karena apa? Karena Masjidil Haram di Makkah Al-Mukarramah dan Masjid Nabawi di Madinah hakikatnya merupakan milik seluruh umat Islam di muka bumi. Saya masih ingat Muammar Gaddafi, Presiden Libya pada tahun 1980-an, pernah mengusulkan agar Makkah dan Madinah diinternasionalisasi, dikelola oleh semua negeri Muslim,” kata Amien Rais.
Source link
