News

Keracunan Jajanan Berujung Pedagang Ditangkap, Kasus MBG Terbaru dengan Ribuan Korban Belum Ada Tersangka



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Setelah hampir 2 ribu siswa diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), publik diingatkan kembali pada peristiwa serupa yang terjadi di SDN 1 Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seorang pedagang makanan diamankan setelah sejumlah siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap jajanan yang dibeli di sekitar sekolah.

Kasus ini mendadak jadi perhatian kembali karena langkah hukum tersebut berbeda dengan penanganan dugaan keracunan yang dikaitkan dengan program MBG.

Dalam rangkaian kasus MBG yang terjadi di sejumlah daerah dan disebut berdampak pada hampir 2 ribu orang, hingga kini belum ada pihak yang diumumkan sebagai tersangka.

Pedagang Jajanan SDN 1 Ciptaharja Diamankan Polisi

Peristiwa keracunan di SDN 1 Ciptaharja terjadi pada Jumat, 17 Oktober 2025 lalu.

Dugaan sementara mengarah pada makanan ringan yang dijual pedagang di sekitar lingkungan sekolah, bukan makanan dari program MBG yang diterima para siswa.

Polisi kemudian mengamankan seorang pedagang yang biasa berjualan menggunakan kendaraan roda dua yang telah dimodifikasi menjadi gerobak.

Kapolsek Cipatat Kompol Iwan Setiawan membenarkan langkah tersebut. Pedagang kini menjalani pemeriksaan untuk membantu penyidik mengungkap sumber makanan yang diduga menyebabkan siswa mengalami keracunan.

“Iya betul. Kami sudah amankan pedagangnya. Sekarang sudah di Mapolsek Cipatat untuk diperiksa,” katanya, Senin 20 Oktober 2025 lalu.

Polisi Telusuri Jajanan yang Dikonsumsi Siswa

Dari penyelidikan awal, makanan yang diduga menjadi sumber keracunan merupakan jajanan yang dijual di luar pagar sekolah.

Siswa disebut mulai mengalami sejumlah gejala tidak lama setelah mengonsumsi makanan ringan tersebut.

Salah satu jajanan yang kini menjadi perhatian penyidik dikenal dengan nama Dofood.

Makanan itu dibuat menggunakan kulit lumpia yang digoreng dengan berbagai isian, mulai dari telur hingga sosis atau olahan daging lainnya.

“Dofood itu kulit lumpia yang di dalamnya ada telur dengan isian sosis atau daging,” jelas Iwan.

Meski demikian, penyebab pasti keracunan masih harus dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.

Puskesmas Temukan Dugaan Awal dari Olahan Telur

Kepala Puskesmas DTP Rajamandala Teguh Hadian mengatakan pihaknya juga telah melakukan pelacakan awal terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa.

Dari hasil tracing sementara, makanan berbahan telur goreng menjadi salah satu dugaan pemicu munculnya gejala keracunan.

“Diduga mereka mengalami keracunan akibat jajanan sekolah, katanya olahan telur goreng. Sekarang kami masih cek,” kata Teguh.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari upaya memastikan sumber dan penyebab keracunan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *