News

Hampir 2.000 Orang Diduga Keracunan MBG, BGN: 80-90 Persen Tak Taat SOP


PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan setelah ribuan penerima manfaat dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam kurun waktu tiga hari, yakni 1-3 September 2026, tercatat sebanyak 1.961 laporan orang di sejumlah daerah yang diduga mengalami keracunan.

Kasus tersebut terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, dengan laporan terbanyak berasal dari Pulau Jawa.

Besarnya jumlah korban dalam waktu relatif singkat kembali menyoroti persoalan keamanan pangan dalam penyelenggaraan program MBG.

Rembang Catat Kasus Terbanyak

Kasus dengan jumlah korban terbesar dilaporkan terjadi di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sebanyak 777 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap makanan dari SPPG Desa Soditan.

Para siswa mengalami sejumlah gangguan kesehatan, seperti mual, nyeri perut, muntah, hingga diare.

Ratusan Santri di Sidoarjo Turut Terdampak

Kasus serupa terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Sebanyak kurang lebih 740 santri dan pelajar dilaporkan mengalami gejala keracunan.

Jumlah tersebut menambah panjang daftar penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Kasus di lingkungan pesantren turut menjadi perhatian lantaran penerima manfaat berada dalam satu lingkungan dengan jumlah yang cukup besar.

Kasus di Agam Libatkan Kelompok Rentan

Kasus lainnya dilaporkan terjadi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mengungkapkan, jumlah laporan dugaan keracunan mencapai 344 kasus.

Dari jumlah tersebut, korban terdiri atas 251 pelajar dan 17 guru. Selain itu, terdapat kelompok rentan yang turut terdampak, yakni 42 balita, satu ibu hamil, sembilan ibu menyusui, 22 anggota keluarga sasaran, dan dua kader posyandu.

160 Siswa di Tana Toraja Dilaporkan Mengalami Gejala

Sementara itu, kasus dugaan keracunan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 160 siswa dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja menyebutkan, para korban telah mendapatkan penanganan dari fasilitas kesehatan.

Hampir 2.000 Laporan dalam Tiga Hari

Jika seluruh laporan tersebut dihitung, jumlahnya mencapai 1.961 orang.

Angka tersebut menunjukkan skala persoalan yang cukup besar. Hanya dalam waktu tiga hari, laporan gangguan kesehatan muncul dari berbagai wilayah dengan karakteristik penerima manfaat yang berbeda.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *