News

Jokowi Disebut Tak Senang Budi Arie Singgung Prabowo Selesai Sebelum 2029, Joman Ungkap Arahan yang Berbeda



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan perubahan politik sebelum Pemilu 2029 terus menjadi sorotan. Ketua Jokowi Mania (Joman) Andi Azwan mengungkap respons mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah pernyataan tersebut disampaikan.

Andi Azwan menegaskan Jokowi tidak senang dengan pernyataan Budi Arie dalam acara silaturahmi kebangsaan relawan di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Menurut Andi, dirinya turut hadir dalam acara yang diikuti sekitar 40 ketua umum organisasi. Ia meminta publik memperhatikan gestur Jokowi ketika Budi Arie menyampaikan pernyataannya.

Andi membantah anggapan bahwa sikap diam Jokowi merupakan bentuk persetujuan terhadap pernyataan Budi Arie.

“Pak Jokowi diam, menunduk. Apakah Pak Jokowi senang dengan perkataan itu? Tidak senang,” ungkap Andi Azwan, Jumat (28/8/2026).

Andi kemudian mengungkap arahan Jokowi setelah sesi tersebut. Menurut dia, Jokowi justru meminta para relawan untuk tetap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.

“Pak Jokowi berbicara kepada kita semua. Tidak menyinggung hal itu. Malah mengatakan kita harus mendukung Prabowo-Gibran sampai selesai masa tugasnya,” tegasnya.

Pernyataan Budi Arie sebelumnya memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan berakhirnya pemerintahan Prabowo-Gibran sebelum 2029. Budi Arie kemudian meminta maaf dan menyatakan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi.

Andi meminta publik tidak membangun narasi mengenai keretakan hubungan Jokowi dan Prabowo. Ia menegaskan Jokowi masih memberikan dukungan kepada pemerintahan saat ini.

“Intinya saya katakan Pak Jokowi mendukung Prabowo-Gibran sampai selesai masa tugasnya. Tidak boleh di-framing-framing lagi dan dikatakan ada pecah kongsi,” tambah Ketua Joman tersebut.

Pengamat Soroti Sikap Jokowi

Sebelumnya, pernyataan Budi Arie juga dianalisis pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga.

Jamiluddin menilai pernyataan tersebut memiliki dimensi politik karena disampaikan di hadapan para loyalis Jokowi. Ia menduga pernyataan itu dapat ditafsirkan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan perubahan politik sebelum 2029.

Menurutnya, situasi tersebut semakin menarik karena Jokowi berada di samping Budi Arie ketika pernyataan itu disampaikan.

Jamiluddin menilai tidak adanya teguran langsung maupun klarifikasi terbuka dari Jokowi dapat membuka ruang spekulasi mengenai hubungan Jokowi dan Prabowo.

“Kalau demikian halnya, maka hubungan Prabowo-Jokowi selama ini dikesankan baik-baik saja, bisa jadi hanya palsu. Hubungan keduanya terkesan baik hanya tampak pada panggung depan,” analisis Jamiluddin.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *