News

Satu Tahun NICE PIK2, Danantara Housing Expo Jadi Tolok Ukur Kesiapan Venue MICE Skala Besar



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2 memasuki usia satu tahun operasional dengan menangani Danantara Housing Expo 2026, salah satu pameran properti besar yang menghadirkan ratusan pengembang dan ribuan pengunjung.

Pameran berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 dan membawa lebih dari 120 ribu pilihan properti.

Danantara menargetkan nilai transaksi selama expo mencapai Rp6 triliun hingga Rp10 triliun.

Managing Director NICE PIK2 Ryan Adrian mengatakan, penyelenggaraan pameran tersebut menjadi tonggak bagi NICE setelah satu tahun beroperasi secara soft opening.

“Danantara Expo 2026 ini bukan hanya sekadar pameran properti berskala besar, tetapi sekaligus menjadi momentum penanda tepat satu tahun beroperasinya NICE secara soft opening,” ujar Ryan.

Menurut dia, satu tahun pertama digunakan untuk memperkuat kesiapan operasional dan layanan venue.

Kesiapan tersebut mencakup kebutuhan penyelenggara, ekshibitor, pembangunan booth, logistik hingga pengelolaan pengunjung.

“Proses pematangan operasional selama satu tahun terakhir telah berjalan dengan sangat baik,” katanya.

Ryan mengatakan Danantara Housing Expo menjadi salah satu pembuktian nyata dari proses tersebut.

“Danantara Housing Expo dilaksanakan di NICE sebagai bukti nyata bahwa fasilitas kami sudah sangat matang dan beroperasi dengan kapasitas maksimal, siap untuk menyelenggarakan event pameran berskala besar ke depannya,” ujarnya.

Besarnya skala expo terlihat dari jumlah pelaku usaha yang terlibat.

Lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta membawa berbagai proyek properti. Khusus pengembang BUMN, sebanyak 12 developer menghadirkan 16.559 unit dari 98 proyek di 23 provinsi dengan nilai inventori mencapai Rp9,79 triliun.

Sebanyak 6.611 unit diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR dan 9.948 unit lainnya berada pada segmen non-MBR.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, nilai transaksi yang dibidik mencapai Rp6 triliun hingga Rp10 triliun.

“Kalau kita targetkan tentu paling tidak itu sampai Rp6-10 triliun yang kita harapkan. Tetapi ini sudah mulai ramai, sudah banyak transaksi-transaksi,” ujar Dony.

Selain transaksi langsung, Danantara juga menghitung ketertarikan masyarakat sebagai bagian dari capaian pameran.

“Selain dari transaksi terjadi, kita mengharapkan paling tidak orang baru mulai berminat, mengisi surat minat dan lain sebagainya,” katanya.

Aktivitas dengan skala sebesar itu membutuhkan ruang yang fleksibel.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *