News

Ahmad Ali Kritik Budi Arie: PSI Bukan Pak Jokowi



PORTALUTAMA.NET – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengomentari pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait kemungkinan terjadinya percepatan Pemilu 2029.

Menurut Ahmad Ali, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Budi Arie dan tidak mewakili sikap kelompok maupun organisasi tertentu.

“Acara hari itu, semalam saya mencoba mengonfirmasi, kehadiran beliau itu pada temu relawan keseluruhan. Jadi masing-masing dari orang memberikan pikirannya,” kata Ahmad Ali dikutip Jumat (28/8/2026).

Ahmad Ali menilai, dari respons Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dalam forum tersebut, terlihat adanya ketidaknyamanan terhadap pernyataan Budi Arie.

“Sehingga dari situ kita bisa melihat body language-nya Pak Jokowi. Nampak sangat tidak nyaman dengan pernyataan Budi Arie itu. Di sisi lain saya mencoba memahami kenapa bisa begitu,” tuturnya.

Menurut Ahmad Ali, loyalitas Budi Arie terhadap Jokowi juga patut dipertanyakan.

“Kalau Budi Arie ini kan memang orangnya terhadap Pak Jokowi pun tidak bisa kita bilang loyal-loyal amat,” ujarnya.

Ia kemudian menyinggung sejumlah dinamika politik yang pernah melibatkan Budi Arie, termasuk ketika Budi Arie tidak lagi menjabat sebagai menteri dan kemudian disebut tidak mendapatkan pembelaan dari Jokowi.

Ahmad Ali juga menyinggung wacana perubahan nama dan logo Projo yang pernah muncul. Menurutnya, gagasan tersebut muncul ketika Budi Arie disebut ingin bergabung dengan Partai Gerindra, tetapi kemudian tidak diterima.

“Kemudian kongres Projo, kalau tidak salah, terus dia mau ubah arti Projo. Bukan lagi Pro Jokowi, tapi Pro Rakyat dalam bahasa Jawa Projo Negeri. Bahkan mau merubah logo kan,” katanya.

“Kemudian ide itu muncul ketika dia ingin masuk di Gerindra. Di Gerindra pun tertolak. Kemudian mau masuk PSI, PSI pun tertolak,” lanjutnya.

Ahmad Ali menilai, kondisi tersebut membuat dirinya melihat adanya agenda politik tersendiri dari Budi Arie.

“Jadi keberadaan dia ini tentunya bukan untuk maksud mendukung Pak Jokowi karena ini pasti punya agenda-agenda tersendiri. Agenda tersendiri untuk men-downgrade Pak Jokowi sendiri,” tuturnya.

Ia juga menyinggung pernyataan Budi Arie yang sebelumnya disebut menginginkan dirinya menjadi Sekretaris Jenderal PSI, sementara Jokowi menjadi Ketua Umum PSI.

Menurut Ahmad Ali, wacana tersebut tidak pernah dibahas di internal PSI.

“Bahkan sebelum pernyataan kemarin beredar, banyak pernyataan-pernyataan dari Budi Arie bahwa mau jadi Sekjen PSI, Pak Jokowi jadi ketua umum, padahal itu suatu hal yang belum pernah kita bicarakan,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *