News

Rekening Mas Botok Diblokir Bikin Gaduh, Dede Budhyarto: Jangan Terprovokasi Seruan Rush Money



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik pemblokiran rekening bank milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, terus bergulir dan memicu beragam respons di ruang publik.

Di tengah kegaduhan tersebut, mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, mengingatkan masyarakat agar tidak terbawa emosi, terutama terhadap seruan menarik dana secara massal atau rush money.

Dede menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan maupun tindakan perbankan tetap dapat disampaikan.

Hanya saja, kata dia, masyarakat perlu memastikan setiap langkah dilakukan melalui mekanisme yang sah agar tidak berujung persoalan hukum.

Dede Ingatkan Bahaya Seruan Rush Money

Dede secara khusus meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh ajakan menarik dana secara massal dari perbankan.

Baginya, seruan semacam itu tidak hanya berpotensi menimbulkan persoalan hukum, tetapi juga dapat berdampak kepada nasabah lain dan stabilitas sistem perbankan.

“Jangan mudah terprovokasi seruan tarik dana massal atau rush money,” ujar Dede, dikutip fajar.co.id, Senin (24/8/2026).

“Ajakan seperti itu berpotensi pidana (bisa kena UU ITE), merugikan nasabah lain, dan mengganggu stabilitas perbankan,” lanjutnya.

Dede menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik terhadap persoalan yang dianggap tidak tepat.

Namun, ia meminta kritik tersebut disampaikan dengan cara yang tidak melanggar ketentuan hukum.

“Kritik boleh keras, tapi lewat jalur yang sah,” tegasnya.

Kata Dede, penyampaian kritik secara terbuka tetap penting dalam kehidupan demokrasi.

Namun, kebebasan tersebut harus dibarengi dengan kehati-hatian agar tidak menimbulkan konsekuensi hukum bagi pihak yang menyuarakannya.

Ingatkan Jangan Terjerumus Perkara Pidana

Dede juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan secara spontan hanya karena terbawa suasana atau kemarahan.

Ia menilai persoalan yang awalnya merupakan bentuk kritik dapat berkembang menjadi perkara hukum apabila dilakukan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

“Jangan sampai emosi sesaat bikin anda terjerumus perkara pidana ujung-ujungnya,” imbuhnya.

Karena itu, Dede meminta publik tetap kritis dalam menyikapi polemik pemblokiran rekening Mas Botok, tetapi tidak kehilangan pertimbangan dan kehati-hatian.

Dede bilang, sikap kritis tidak harus diwujudkan melalui tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas.

“Tetap kritis, tetap bijak,” kuncinya.

Sebelumnya, Alaksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) diwarnai insiden mengejutkan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *