Posting Foto Jokowi saat Berada di Lokasi Kebakaran Hutan, Dian Sandi: Please Come Back!

Fajar.co.id, Jakarta — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap pekat di wilayah Kalimantan mendadak viral di media sosial.
Isu ini mencuat setelah akun X Dian Sandi Utama (@DianSandiU) mengunggah foto Jokowi sembari menyampaikan permohonan agar ayah Wapres Gibran itu kembali.
“Please come back! Rumahku di Banjar sudah berminggu-minggu ditutupi asap 🙏🏻,” tulis Dian Sandi, dikutip fajar.co.id, Jumat (21/8/2026).
Dian mengeluhkan kondisi rumahnya di Banjar yang sudah berminggu-minggu tertutup asap tebal. Ia juga membagikan kabar dari sang istri yang bertugas di Banjar Mas, di mana suasana pagi hari digambarkan sangat gelap akibat tertutup kabut asap.
Unggahan tersebut langsung memicu simpati dan keprihatinan dari warganet.
“Istri sy tugas di Banjar Mas, ngasi tau kalau pagi hari itu gelap banget,” kata Dian Sandi membalas salah satu komentar.
Akun @KenSavitri35075 mengungkapkan hal serupa juga terjadi di daerah lain di Kalimantan.
“Sama. Baru dapat kabar dari saudaraku yang di Pontianak. Daerahnya juga tertutup asap. Kata kakakku, udara sangat buruk, dan asap sangat tebal. Susah kalau mau keluar,” tulisnya.
Di samping respons keprihatinan, unggahan tersebut turut memicu beragam tanggapan kritis terkait penanganan bencana dan peran pemerintah.
“Pemimpin itu tak perlu turun langsung ke lokasi cukup buat kebijakan untuk memitigasi bencana agak tidak terjadi, kalau model Jokowi ini tak akan beres semua persoalan bangsa karena hanya tergantung kepada individu bukan sistem,” tulis akun @jekseparoe.
“Minta Jokowi come back? Kenapa gak minta @RajaJuliAntoni kan temen lo dr @psi_id ?? Dia g sanggup mengatasi kebakaran hutan??” tanya akun @agussediono82.
“Kamu kenapa gak datengin menteri kehutanan… Dia separtai dgn kamu kan?” ujar akun @DjoeTwahyu.
“Sumatera juga ngerasain hal yang sama ini. Dulu jaman pak De semua bisa terkendali dgn baik karhutla… penanganannya keren,” cuap @alwie191.
Karhutla Kalimantan Capai 33.837 Hektare
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karthula) di Kalimantan disebut telah mencapai 33.837 hektare. Tersebar di sejumlah titik di berbagai provinsi.
Titik panas tersebar di empat provinsi. Kalimantan tengah 2.063 sebesar lebih 3 ribu hektare, Kalimantan Barat 1.982 titik sebesar lebih 28 ribu hektare, Kalimantan Selatan 512 titik lebih 380 hektare, dan Kalimantan Timur 507 titik lebih dari 1.200 hektare.
Berdasarkan informasi terkini pada 20 Agustus 2026, kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah menunjukkan perbaikan. BMKG mencatat jarak pandang di Bandara Supadio sekitar 4 kilometer dalam kondisi berasap pada pukul 10.00 WIB.
Source link
