Megawati Tak Hadir di Pidato Kenegaraan Prabowo Padahal SBY Juga Alpa, Efek Jokowi?

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Presiden ke-5 Megawai Soekarnoputri tak hadir saat pidato kenegaraan Prabowo, di Gedung MPR RI, Jumat (14/8/2026). Spekulasi mencuat.
Politisi Hasyim Muhammad menyebut tidak hadirnya Megawati dalam acara kenegaraan bukan cuma sekali. Biasanya karena mantan presiden tertentu turut hadir.
Hastim memberi gambaran, saat Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir, Megawati biasanya tak mau datang.
“Di acara kenegaraan, kalau SBY hadir, maka Megawati tidak mau datang,” kata Hasyim dikutip dari unggahannya di X, Senin (17/8/2026).
Saat pidato kenegaraan Prabowo, SBY tak hadir. Namun Megawati juga alpa dalam agenda tersebut.
“Pada acara Pidato Presiden kemarin, sebenarnya SBY sedang keluar negeri, tapi kenapa Megawati tetap tidak datang?” ucapnya.
Menurut Hasyim, itu ada hubungannya dengan Jokowi. Megawati kini tak sekadar anti SBY lagi.
“Karena sekarang Megawati bukan cuma anti-SBY, dia juga anti-Jokowi,” terangnya.
Dia berspekulasi, Megawati bakal hadir selama SBY dan Jokowi tak hadir.
“Megawati baru mau hadir kalau SBY dan Jokowi keduanya tidak hadir. Ribet ya jadi Megawati?” pungkasnya.
Pidato Prabowo
Pidato Prabowo dirangkaikan dengan pembacaan nota keuangan negara tahun 2027. Dia juga menyampaikan delapan prioritas negara.
Delapan tersebut meliputi kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.
Presiden menjelaskan bahwa delapan prioritas tersebut akan didukung oleh penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.
“Arsitektur RAPBN tahun 2027 didesain tetap ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur untuk mendorong ‘Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Sejahtera Lebih Cepat’,” kata Presiden.
Belanja Negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, meningkat dari Rp3.842,7 triliun pada APBN 2026. Sementara itu, Pendapatan Negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun pada APBN 2026.
Pembiayaan RAPBN 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun dengan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rencana pembiayaan APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun dengan defisit 2,68 persen terhadap PDB.
Presiden menyampaikan, pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan target APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
Source link
